Wilayah Adat Tabi dan Saireri Sedia Bersatu Untuk Provinsi Induk | Pasific Pos.com

| 9 December, 2019 |

Pimpinan Kepala Daerah saat foto bersama usai menandatangani Berita Acara Pertemuan bersama Bupati dan Walikota se- Tanah Tabi dan Saireri. Pimpinan Kepala Daerah saat foto bersama usai menandatangani Berita Acara Pertemuan bersama Bupati dan Walikota se- Tanah Tabi dan Saireri.

Wilayah Adat Tabi dan Saireri Sedia Bersatu Untuk Provinsi Induk

Headline Penulis  Rabu, 27 November 2019 23:37 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI – Wilayah Adat Tabi dan Wilayah Adat Saireri dari tujuh wilayah adat di Tanah Papua siap bersatu untuk menjadi provinsi induk yang beribukota di Jayapura.

Kesediaan kedua wilayah adat tersebut untuk menjadi provinsi induk terkuak melalui suatu pertemuan resmi antara pimpinan-pimpinan daerah dari kedua wilayah adat tersebut.

Pertemuan Walikota/Bupati se Tanah Tabi dan Saireri berlangsung di Hotel Horison Kotaraja Jayapura, Rabu (27/11) siang.
Pertemuan yang berlangsung dipimpin oleh Ketua Forum Pimpinan Daerah Tabi dan Ketua Forum Pimpinan Daerah Saireri berlangsung aman dengan menghasilkan 3 buti kesepakatan.

Adapun tiga butir kesepakatan yang lahir tersebut dan diperoleh media ini lewat pesan Whatsap adalah, pertama, mengusulkan kepada Pemerintah Pusat dalam rancangan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) di Provinsi Papua Wilayah Adat Tabi dan Saireri tetap menjadi satu provinsi dan menjadi provinsi induk.

Adapun Wilayah Adat Tabi Saireri meliputi Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Keroom, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Mamberamo Raya, Kabuten Biak Numfor, Kabupaten Supiori, Kabupaten Yapen dan Kabupaten Waropen.

Kedua, sehubungan dengan point 1, mengusukan Kota Jayapura sebagai ibu kota Provinsi Papua dengan pertimbangan aspek kelayakan tekhnis dan kelayakan administrasi serta sarana prasarana penunjang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ketiga, mendorong pembentukan DOB di Papua yaitu Wilayah Adat Meepago dan Lapago menjadi Provinsi Papua Tengah  yang meliputi Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Yalimo, Pegunungan Bintang, Lani Jaya, Tolikara, Nduga, Puncak Jaya, Yahukim, Mamberamo Tengah dan Puncak. Sedangkan Wilayah Adat Meepagi terdiri dari Kabupaten Deyai, Kabupaten  Nabire, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Mimika.

Ketiga point kesepakatan yang dihasilkan tersebut selanjutnya dibuatkan dalam berita acara dan ditadangani oleh masing-masing Bupati dan Walikota se Wilayah Adat Tabi dan Saireri.

Dibaca 88 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.