Musa’ad: Target PAD Papua Terlalu Kecil | Pasific Pos.com

| 9 December, 2019 |

Musa’ad: Target PAD Papua Terlalu Kecil

Info Papua Penulis  Rabu, 27 November 2019 23:25 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Muhammad Musa’ad menilai penetapan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih terlalu kecil.

Walaupun selama in Pemerintah Papua mampu mencapai target PAD yang telah ditetapkan.

Menurut Musa’ad, kontribusi PAD Papua terhadap ABPD baru 13 persen. Oleh karena itu, ini menjadi tanggungjawab berat kita bersama bagaimana kedepan PAD kita harus mempu menopang APBD kita.

Demikian disampaikan Musa’ad mewakili Gubernur Papua pada seminar kajian analisis potensi sumber sumber pendapatan aset daerah Papua, di Jayapura, Rabu (27/11/2019).

Musa’ad menjelaskan, sebenarnya banyak potensi penerimaan yang bisa dioptimalkan selain potensi pajak tertentu, khususnya potensi retribusi daerah dan aset daerah.

Seperti, aset toko Sagu Indah Plaza, aset tanah dan mess di tanah Abang, tanah tinggi, kepu dan pengelolaan aset hotel Numbay Jayapura, hotel Mapia Biak, Hotel Asmat Merauke, aset gedung Varunapura di pelabuhan Jayapura dan aset tanah lainnya yang belum dioptimalkan selama ini.

Jika aset ini dikelola baik, kata Musa’ad, PAD Papua akan meningkat tajam. “memang banyak kendala dalam pengelolaan aset ini, tetapi kita tidak boleh tinggal diam, kita harus selesaikan satu per satu, mari kita satukan tekad dan bekerjasama mengoptimalkan dan menggali sumber-sumber PAD, agar PAD kira dapat memberikan kontribusi yang besar dan menopang pembangunan Papua kedepan,” imbaunya.

Ditambahkannya, tanggungjawab penerimaan PAD bukan hanya satu dinas saja, tetapi menjadi perhatian semua SKPD dilingkungan Pemprov Papua, untuk bagaimana realisasi PAD Papua kedepan setiap tahun bisa 100 persen.

“semua SKPD yang mengelola PAD harus sungguh-sungguh proaktif dalam menggali dan pengoptimalkan objek potensi sumber-sumber penerimaan PAD,” pungkasnya.

Dibaca 97 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.