Martha: Lewat Evaluasi, Pencapaian Dapat Diketahui | Pasific Pos.com

| 19 January, 2020 |

Plt Kepala Dinas Pengelola Lingkungan Hidup, Ir. Martha Mandosir, M.Si dan Kabid Perkebunan Dinas TPH dan Perkebunan Merauke, CH.Gunawan, S,SP (foto:dok) Plt Kepala Dinas Pengelola Lingkungan Hidup, Ir. Martha Mandosir, M.Si dan Kabid Perkebunan Dinas TPH dan Perkebunan Merauke, CH.Gunawan, S,SP (foto:dok)

Martha: Lewat Evaluasi, Pencapaian Dapat Diketahui

Papua Selatan Penulis  Selasa, 26 November 2019 21:29 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Plt Kepala Dinas Pengelola Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Ir. Martha Mandosir, M.Si mengemukakan bahwa melalui evaluasi yang dilaksanakan terkait dengan restorasi gambut di Kabupaten Merauke maka pihaknya dapat mengetahui pencapaian yang ada sesuai dengan anggaran yang diberikan, khususnya untuk penanaman sagu di Kaliki dan padi di wilayah Sumber Rezeki dan Sumber Mulia. Berdasarkan evaluasi sementara, diketahui dari segi fisik baru mencapai 77% sehingga diharapkan pada Desember ini semua bisa terselesaikan.

“Masih ada kendala pada proses penanaman karena kita tergantung pada kondisi cuaca dimana untuk menanam padi memang harus menunggu musim hujan. Khususnya untuk di wilayah Sumber Mulia sedangkan untuk di Sumber Rezeki sudah kita selesaikan sejak Juli lalu dan hasil panennya sudah kita ambil,”ujarnya kepada wartawan di Coreinn Hotel belum lama ini. Pihaknya yakin bahwa upaya yang dilakukan untuk masing-masing luasan, baik padi maupun sagu akan mampu mencapai 100% sehingga dalam hal fisik dan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara keseluruhan. Ia menambahkan, untuk pengembangan sagu dalam arti dibudidayakan, memang tidak mudah dan sangat berbeda dengan sagu yang sudah tumbuh secara alami. Jadi sekarang, bagaimana melestarikan sagu agar tetap ada sepanjang masa dan memberikan jaminan ketahanan pangan bagi masyarakat asli Papua terutama Suku Marind yang ada di Kampung Kaliki.

Sementara itu Kabid Perkebunan Dinas TPH dan Perkebunan Merauke, CH.Gunawan, S,SP menambahkan bahwa untuk budidaya sagu memang bukan pekerjaan mudah, terlebih ketika harus memindahkan dari habitat asli sehingga dibutuhkan berbagai upaya yang maksimal agar  dapat memberikan hasil yang diharapkan. Untuk masa panen sendiri juga cukup lama, antara 9 hingga 10 tahun. “Beda halnya dengan padi, tentu masyarakat sudah sangat familiar sehingga tidak perlu diragukan lagi,”jelasnya.

Dibaca 47 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik