Kota Layak Anak Diharap Jadi Solusi | Pasific Pos.com

| 21 January, 2020 |

Asisten 1 Setda Kabupaten Merauke, Drs.Agustinus Joko Guritno, M.Si saat memberi sambutan (foto:iis) Asisten 1 Setda Kabupaten Merauke, Drs.Agustinus Joko Guritno, M.Si saat memberi sambutan (foto:iis)

Kota Layak Anak Diharap Jadi Solusi

Papua Selatan Penulis  Selasa, 26 November 2019 21:27 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Asisten 1 Setda Kabupaten Merauke, Drs.Agustinus Joko Guritno, M.Si mengemukakan bahwa dibutuhkan kerjasama dan tanggung jawab  dari aparatur pemerintah, tokoh masyarakat maupun tokoh agama agar dapat memecahkan persoalan yang ada sehingga di kemudian hari Kota Layak Anak (KLA) menjadi solusi bagi perkembangan anak-anak serta demi kemajuan daerah sehingga benar-benar dikatakan layak bagi mereka. Melalui rapat pendahuluan penyusunan Rencana Aksi Daerah Kota Layak Anak (RAD KLA), pihaknya berharap memperoleh banyak masukan dan solusi yang dapat diimplementasikan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Merauke serta menjadi rekomendasi bagi Pemkab Merauke agar 5 tahun ke depan bisa merealisasikan KLA sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Merauke diharapkan bisa menjadi yang pertama mewujudkan KLA di Provinsi Papua. Ini merupakan upaya yang baik dan membutuhkan kerja keras, sinergitas antara semua pihak, baik pemerintah, dunia usaha serta seluruh komponen yang ada di Kabupaten Merauke,”jelasnya di hadapan peserta rapat pendahuluan penyusunan Rencana Aksi Daerah Kabupaten Layak Anak (RAD KLA) di ruang rapat kantor bupati belum lama ini.  Lebih lanjut ia menyampaikan, kegiatan yang dilaksanakan juga diharapkan dapat menyentuh semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk turut serta memberikan pemikiran dan solusi bahkan dana demi mensukseskan Kabupaten Merauke sebagai KLA. Adapun poin terpenting dari proses penyusunan RAD KLA yang perlu digaris bawahi adalah koordinasi dari para stake holder, pemenuhan hak-hak anak yang dilakukan secara berkesinambungan sehingga pihaknya menegaskan tentang penguatan koordinasi para stake holder. “Perlu terus ditingkatkan dan harus dilakukan koordinasi secara rutin. Memang untuk bicara koordinasi terdengar mudah namun tidak demikian halnya ketika dalam pelaksanaan, oleh sebab itu perlu ada komitmen sehingga masing-masing pihak tidak terkesan berjalan sendiri-sendiri,”tegasnya.

Dibaca 70 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik