Kampanyekan Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, DPPA Gelar Rakor | Pasific Pos.com

| 25 January, 2020 |

Sekda Kabupaten Jayapura, Dra. Hanna S. Hikoyabi, S.Pd, M.KP, saat memberikan arahan pada kegiatan Rakor. Sekda Kabupaten Jayapura, Dra. Hanna S. Hikoyabi, S.Pd, M.KP, saat memberikan arahan pada kegiatan Rakor.

Kampanyekan Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, DPPA Gelar Rakor

Kabupaten Jayapura Penulis  Selasa, 26 November 2019 04:13 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI - Dalam rangka mengkampanyekan stop kekerasan terhadap perempuan dan anak, Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pelaksanaan Peraturan Bupati (Perbup) Jayapura Nomor 35 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Daerah Bebas Kekerasan dan juga Peringatan Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan tahun 2019.

Kegiatan yang dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Sekda Kabupaten Jayapura Dra. Hanna S. Hikoyabi, S.Pd, M.KP, ini turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri, S.Sos, M.KP, para Kabag Setda Kabupaten Jayapura, unsur Forkompimda Kabupaten Jayapura, petugas kesehatan, perwakilan pemerintah tingkat distrik serta pemerhati perempuan dan anak.

Hanna mengatakan, issu kekerasan terhadap perempuan dikalangan umum bukanlah issu yang seksi dan menarik minat banyak perempuan, untuk datang terlibat mengkampanyekan "Stop Kekerasan Terhadap Perempuan". Padahal Kabupaten Jayapura termasuk kabupaten di Provinsi Papua yang menempati urutan atas angka tertinggi kekerasan terhadap perempuan.

"Waktu saya masih di Majelis Rakyat Papua (MRP) data korban kekerasan terhadap perempuan di seluruh Papua, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Sarmi berada di peringkat teratas kasus tertinggi kekerasan terhadap perempuan," aku Hanna dalam arahannya dihadapan peserta rapat kordinasi, yang berlangsung di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (25/11) sore.

"Banyak perempuan yang disiksa sehingga MRP membukukan hal ini yang berjudul 'Stop Sudah Kekerasan Bagi Perempuan Papua," kata Hanna.
Dikatakan, setiap tanggal 25 November selalu diperingati sebagai Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan sebagai penghormatan atas meninggalnya Mirabal bersaudara (Patria, Minerva & Maria Teresa) pada tanggal yang sama pada tahun 1960 akibat pembunuhan keji yang dilakukan oleh kaki tangan pengusasa diktator Republik Dominika pada waktu itu, yaitu Rafael Trujillo.

"Setelah ini perlu diperjuangkan secara bersama-sama kampanye selama 16 hari,  dimulai  tanggal 25 November  sampai 10 Desember,  harus  terus suarakan stop kekerasan terhadap perempuan," imbuhnya.

Karena itu, Dirinya mengajak kepada peserta yang hadir harus mampu menjadi agen perubahan dan berani bersuara demi wujudkan gerakan stop kekerasan terhadap perempuan.

"Sampai tidak banyak orang mau terpanggil untuk datang ke tempat ini, kalau perempuan dapat pukul itu kesannya biasa , perempuan disiksa itu biasa, karena bukan isu seksi jadi tidak banyak yang datang. Kalau isu seksi ruangan ini pasti penuh," kata Hanna, mengomentari kehadiran jumlah peserta yang tidak lebih dari 50 orang.

Dibaca 100 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.