Popnas 2019, Voli Pasir dan Bulu Tangkis Gagal | Pasific Pos.com

| 11 December, 2019 |

Popnas 2019, Voli Pasir dan Bulu Tangkis Gagal

Olahraga Penulis  Jumat, 22 November 2019 23:34 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAKARTA,- Beberapa cabang olahraga pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2019 di Jakarta telah berakhir, seperti Cabang Olahraga (cabor) Tarung Derajat, Taekwondo, Karate, Voli Pantai dan Bulu Tangkis.

Harapan Papua meraih medali dari cabor Karate, Voli Pantai dan Bulu Tangkis semuanya gagal, tak satu pun mampu menyumbang medali.

Cabor bulu tangkis, Papua yang turun di 10 kelas, tak satu pun yang mampu menapaki babak semifinal, sebagian besar pebulutangkis Papua berguguran dibabak penyisihan.
Preastasi paling tertinggi di torehkan Papua melalui nomor ganda campuran yang diperkuat oleh Hilman Bin Islami Alam dengan Given Biverli Tombokan yang mampu menapaki babak delapan besar. Namun mereka harus mengakui keunggulan tim asal Sumatra Utara dengan skor  21-10 dan 21-11.

Pertandingan yang berlangsung di GOR Pulo Gadung, Jakarta, Jumat (22/11) pagi kemarin, dinomor tunggal putra, andalan terakhir Papua, Aldrin Paskal juga kandas dari pebulutangkis asal Banten dibabak 16 besar dengan skor 21-8 dan 21-14.

Awaludin, pelatih Bulutangkis Popnas Papua mengatakan, bahwa para atletya sudah berjuang, hanya saja persiapan kontingen lain lebih siap ketimbang timnya yang sempat menajalani TC terputus-putus. Meski begitu, Awal sapaan akwabnya tetap melayangkan pujian kepada para atletnya yang mampu memeberikan perlawanan bagi kontingen lainnya.

“Semunya sudah baik, hanya saja saat set kedua atlet kita kehilangan fisiknya. Karena selama TC diberhentikan, atlet dipulangkan kedaerah masing-masing, dan kami tidak bisa mengontrol secara langsung soal latihan mereka disana. Tapi kita tetap bersyukur, karena hasil Popnas kali ini lebih baik dari Popnas sebelumnya, mereka (atlet) bisa membuktikan bahwa mereka bisa,” ungkap Awal kepada awak media usai pertandingan.

Hasil yang ditorehkan oleh cabang olahraga Bulutangkis, nasib sama dialami dengan cabang olahraga Karate, Voli Pasir, Sepak Takraw dan Angkat Besi yang gagal mendulang medali satu pun.

Tim Voli Pasir putra Papua harus memupus mimpinya untuk bisa mentas dibabak final, pasalnya tim yang diperkuat Nicolas Jeremia Horota dan Togret Emenu itu kandas di babak 16 besar, Papua harus mengakui keunggulan 2-1 tim Voli Pasir Nusa Tenggara Barat yang berlangsung di lapangan Voli Pasir Pantai Ancol Jakarta.

Atlet Papua sempat lending di set pertama dengan skor 21-16, namun di set kedua, NTB berhasil menyamakan kedudukan usai unggul 21-14. Dibabak penentu, tim NTB kian bermain lepas dan mengunci kemenangan dengan angka 15-5.

Kegagalan melaju ke babak final juga diikuti tim voli pasir putri, meski gagal melaju ke babak perempat final atau babak delapan besar, namun capain Voli Pasir Papua patut diberikan apresiasi. Pasalnya hasil tersebut merupakan hasil maksimal yang pernah dicapai oleh kontingen Bumi Cenderawasih selama mengikuti kegiatan olahraga pelajar nasional dua tahunan tersebut.

"Hasilnya sudah kita lihat, dan kami tetap bersyukur bisa sampai ke babak 16 besar, karena ini sejarah bagi Papua bisa sampai disini (babak 16). Artinya kita Papua mulai menunjukan peningkatan prestasi khususnya di cabang olahraga Voli Pasir," ungkap sang pelatih Voli Pasir Popnas Papua, Very Mehue kepada awak media usai pertandingan.

Lagipula, dikatakan Very, NTB pun kerap menjuarai cabang olahraga Voli Pasir. Sehingga ia pun yakin bahwa dengan hasil ini mereka optimis mereka bisa menorehkan hasil maksimal untuk cabang olahraga Voli Pasir pada event-event berikutnya, termasuk jelang PON XXI 2024 berikutnya.

"Kita tahu NTB juga memang merupakan tim kuat, namun kita akan fokus lebih melakukan pembinaan, karena mereka kita akan persiapkan tidak hanya untuk Popnas namun juga PON berikutnya. Sehingga saya yakin mereka akan lebih siap lagi di PON," ujarnya.

Dibaca 128 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.