Tingkatkan Semangat Perbaikan Sanitasi, UNICEF dan YP2KP Laksanakan Media Gatering | Pasific Pos.com

| 11 December, 2019 |

Tingkatkan Semangat Perbaikan Sanitasi, UNICEF dan YP2KP Laksanakan Media Gatering

Pendidikan & Kesehatan Penulis  Jumat, 22 November 2019 23:18 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika, Unicef bekerjasama dengan yayasan Pengembangan Pendidikan dan Kesehatan Papua menggelar pameran foto sanitasi sekolah dan mefia gatering, yang mana dalam media gatering tersebut menampilkan 20 foto terbaik yang diabadikan oleh para siswa. kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Horison Ultima Timika ruangan Indenberg, Kamis (21/11).

Water, Sanitation and Hygiene (Wash officer) Job Supangkat mengatakan, dalam sambutannya mengatakan, pameran foto sanitasi sekolah dan mefia gatering merupakan suatu ruang bagi narasumber, guru dan siswa untuk membicarakan, mendisuksikan tentang sanitasi sekolah, yang mana sanitasi tersebut telah lama diterapkan namun beberapa tahun belakangan ini kurang mendapat perhatian.

"Hari ini kita membicarakan (diskusi) tentang sanitasi sekolah yang sudah tidak mendapat perhatian seperti dulu lagi," kata Job Supangkat, Kamis (21/11).

Sebab, Menurutnya, tidak hanya satu hal yang menjadi prioritas dari lembaga pendidikan, sehingga melalui kesempatan tersebut pihak UNICEF bekerjasama dengan YP2KP dan Pemkab Mimika, serta PT Freeport Indonesia akan bersama-sama menangani hal sanitasi sekolah karena hal tersebut dinilainya sangat perlu untuk membangun semangat baru bagi generasi muda yang sehat.

"Karena banyak urusan mengenai pendidikan yang harus diprioritaskan, kami (Unicef kantor Papua dan Papua Barat) bersama mitra kami YP2KP juga Pemda menyadari bahwa kita perlu semangat baru untuk menangani sanitasi sekolah," terangnya.

Ia mengungkapkan, sanitasi sekolah tentunya akan berpengaruh pada proses belajar anak disekolah. sebeb berbicara prestasi bukan hanya dalam belajar tapi juga didukung dengan kondisi lingkungan yang bersih dan sehat. terutama siswa yang sudah berada dikelas V dan VI yang telah mengalami masalah menstruasi bagi siswa perempuan, yang pastinya membutuhkan toilet yang bersih dan air besih.

"Sanitasi sekolah itu penting karena status kesehatan visual yang pada akhirnya sangat berpengaruh pada prestasi siswa yang belajar disekolah. Kita bicara prestasi bukan hanya prestasi satu dua tapi keseluruhan prestasi seorang anak disekolah sangat tergantung juga pada kondisi sanitasi di sekolah dan rumah masing-masing," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengkajian Dampak Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika Marike Pigai mengatakan, berbicara mengenai sanitasi sekolah berarti berbicara mengenai air bersih dan sanitasi yang layak yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

Lanjutnya, negara memahami hal ini dengan baik dan memasukkan dalam RPJM 2014-2019 yang mana ditahun 2019 Indonesia harus mencapai target universal SS 100x0 dan -100. Artinya pada tahun tersebut sebelum masyarakat Indonesia, baik yang tinggal di perkotaan maupun kawasan pedesaan telah memiliki akses 100%, terhadap sumber air minum dan fasilitas kesehatan terhadap penyehatan lingkungan dalam hal ini sanitasi air.

"air dan sanitasi sekolah itu snagat penting, dan itu tertuang didalam rencana pembangunan pemda," kata Marike dalam sambutannya, Kamis (21/11).
Ia menjelaskan, sebagian besar di wilayah Papua memiliki keterbatasan penampungan air dan sanitasi, dan hal tersebut menjadi tantangan utama dari pihak sekolah, selama selama ini para guru dan siswa yang mengalami dampak tersebut.

"Beberapa kabupaten di Papua memiliki keterbatasan akses penampungan air dan sanitasi dan dampaknya untuk sekolah," jelasnya.

Sehingga melalui kegiatan pameran foto sanitasi sekolah dan mefia gatering diharapkan dengan sarana yang dimiliki berupa handphone dan kamera setiap kegiatan yang berkaitan dengan sanitasi bisa diabadikan untuk memberikan pengalaman serta memberikan masukkan terkait dengan lingkungan.

"Salah satu cara untuk berinteraksi dan berkomunikasi pada era modern, saat ini menggunakan handphone, karema bisa jadi cara murid untuk berbagi pengalaman seperti yang mereka alami, lewat fotografi anak bisa mengabadikan sanitasi disekolahnya, setelah ini nanti ada masukan berkaitan dengan lingkungan," katanya. (Ricky)

Dibaca 61 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.