Toga Nilai Otsus Belum Berjalan Maksimal | Pasific Pos.com

| 11 December, 2019 |

Pendeta Lukas Rumbiak Pendeta Lukas Rumbiak

Toga Nilai Otsus Belum Berjalan Maksimal

Sosial & Politik Penulis  Jumat, 22 November 2019 23:16 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

Timika, Tokoh Agama dari Gereja Bethel Gereja Pentakosta (GBGP) Klasis Mimika Pendeta Lukas Rumbiak menilai Otonomi Khusus di Papua yang sudah berjalan 18 tahun belum maksimal menyentuh kepada masyarakat Papua baik dari sisi pendidikan, kesehatan, ekonomi dan infrastruktur, justru hanya dinikmati oleh para pejabat.

"Saya rasa otsus ditanah Papua semenjak tahun 2001-2019 atau kurang lebih 18 tahun selama ini belum berjalan dengan baik atau belum maksimal untuk mensejahterakan orang Papua dalam hal ini dari sisi pendidikan kesehatan dan pengembangan ekonomi," kata Lukas Rumbiak saat ditemui di jalan Sam Ratulangi Kamis (21/11).

Ia menjelaskan, penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang sentral belum sepenuhnya memenuhi rasa keadilan dari berbagai aspek baik pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, dan berbagai aspek lainnya demi terwujudnya kesejahteraan rakyat itupun belum sepenuhnya terwujud bagi masyarakat Papua.

"Otsus inikan tujuannya adalah untuk mensejahterakan orang Papua baik di bidang pendidikan kesehatan ekonomi tenaga kerja juga infrastruktur," jelasnya.

Namun, kenyataan yang terjadi selama 18 tahun ini banyak anak-anak Papua yang membutuhkan layanan pendidikan di pinggiran, pedalaman, dan pesisir, banyak masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan di wilayah pedalaman, juga terbatasnya lapangan pekerjaan hingga mengakibatkan banyak pengangguran sehingga berpengaruh pada tingkat kemiskinan.

"Bukti saat ini banyak anak Papua yang putus sekolah karena keterbatasan biaya pendidikan juga biaya pendidikan yang mahal, banyak orang Papua yang sakit lalu mati karena kurangnya pelayanan medis yang baik," ungkapnya.

Ia menambahkan, salah satu contoh pembangunan rumah ibadah hingga saat ini hanya beberapa rumah ibadah yang diperhatikan oleh pemerintah sedangkan lainnya berupaya sendiri untuk berkembang.

"Begitu juga infrastruktur dampak yang dirasakan hanya beberapa persen saja, salah satu contoh pembangunan tempat ibadah tapi sampai saat ini tidak diperbaiki," tambahnya.

Dirinya berharap disisa waktu 2 tahun kedepan, perlu evaluasi oleh pemerintah sehingga pengelolaan anggaran bisa lebih tepat sasaran ke masyarakat yang membutuhkan, dan bukan menjadi lahan subur para pejabat.

"Jadi saya secara pribadi berpikir Otsus bagi orang Papua belum maksimal dan hanya dirasaka oleh sebagian besar elit-elit politik. Jadi saya berharap pemerintah Provinsi Papua harus lebih baik  lagi dalam pengelolaan anggaran Otsus untuk mensejahterakan orang Papua," harapnya. (Ricky)

Dibaca 52 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.