Ingin Kopi Papua go Internasional, Bank Indonesia Menjajaki Kerjasama dengan PT Sarinah | Pasific Pos.com

| 11 December, 2019 |

Stand kopi di Festival Kopi Papua 2019. Stand kopi di Festival Kopi Papua 2019.

Ingin Kopi Papua go Internasional, Bank Indonesia Menjajaki Kerjasama dengan PT Sarinah

Ekonomi & Bisnis Penulis  Jumat, 22 November 2019 02:43 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura – Bank Indonesia ingin agar kopi Papua masuk ke pasar ekspor nasional dan internasional.

"Perlu kita dorong agar proses administrasi eskpor bisa berjalan dengan baik, jadi nanti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa kolaborasi dengan perbankan agar bisa go internasional dan mempermudah untuk eskpor,” kata Naek Tigor Sinaga, Kepala Kantor Bank Indonesia Provinsi Papua dalam sambutannya pada pembukaan Festival Kopi Papua, Kamis (21/11/2019).

Dia menyebutkan bahwa kedepan kopi Papua bisa tembus ekspor ke Korea Selatan. Indonesia merupakan negara keempat penghasil kopi terbesar di dunia setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia. Pada tahun 2017, Indonesia menghasilkan kopi sebanyak 637.000 ton per tahun, oleh sebab itu, kopi salah satu komoditas andalan untuk ekspor.

“Ekspor kopi pada tahun 2018 mencapai 1,4 miliar dolar Amerika. Bank Indonesia sebagai bank sentral ingin mengembangkan suatu produk yang strategis yang dapat menghasilkan devisa dari ekspor salah satunya kopi,” ucapnya

Dia mengatakan bahwa sumber devisa salah satu kekuatan ekonomi bangsa. Naek mencontohkan negara Tiongkok dengan devisa yang sedemikian besar  membuat stabilitas perekonomian menjadi sangat baik.

Naek menyebutkan, hal itu menjadi suatu tantangan bagaimana menjadikan kopi sebagai salah satu pendapatan masyarakat terutama di daerah potensial kopi.

“Bank Indonesia berkeinginan ekspor semakin maju kedepannya tak hanya dari sektor tambang, tapi juga dari sektor lainnya seperti hasil pertanian berupa kopi,” ucapnya.

Lebih lanjut Naek mengatakan, 40 persen perekonomian Papua ditopang oleh sektor pertambangan dan penggalian dari PT Freeport. Padahal, kata Naek, potensi sektor pertanian dan pariwisata juga dapat mendorong perekonomian Papua.

“Bagaimana kita mendorong sektor pariwisata yang bisa menghasilkan devisa, tentunya akan memberikan kontribusi pada perekonomian, juga sektor pertanian komoditas kopi,” kata Naek.

“Begitu banyak varietas kopi di Papua, tapi produksinya masih rendah sekitar 0,30 persen dari produksi nasional sebanyak 2016 ton pada tahun 2018. Produksi kopi tertinggi masih dipegang oleh provinsi Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Utara, Aceh dan Jawa Timur,” lanjut Naek.

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano menyampaikan terimakasih kepada Bank Indonesia karena membangun ekonomi masyarakat terutama pelaku usaha yang ada di Papua.

"Ini hal luar biasa, walaupun belum sampai ekspor ke luar negeri, tapi kita bisa melihat dari para petani dan penggiat kopi, dari hulu sampai hilir berjalan dengan baik," kata Wali Kota.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota meminta perbankan mengikutsertakan petani kopi dalam even ata pameran skala nasional agar kwalitas kopi Papua yang tidak kalah dengan daerah lain lebih terkenal.

"Bisa kita buat kedai kopi di Bandara internasional yang ada di kota besar di Indonesia agar kedepan kopi Papua bisa tembus sampai mancanegara," ucapnya. ( Zulkifli)

Dibaca 86 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.