Jadi Kader JKN, Nur Ramlah Ungkap Suka Duka Bersama Peserta | Pasific Pos.com

| 25 January, 2020 |

Kader JKN, Nur Ramlah (foto:ist) Kader JKN, Nur Ramlah (foto:ist)

Jadi Kader JKN, Nur Ramlah Ungkap Suka Duka Bersama Peserta

Papua Selatan Penulis  Kamis, 14 November 2019 22:22 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Seorang Kader JKN memiliki peran penting bagi BPJS Kesehatan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat yang belum mendaftar sebagai peserta JKN-KIS dan juga sebagai pengingat peserta PBPU agar rutin membayar iuran. Hal ini dilakukan secara terus-menerus untuk mengubah cara berpikir masyarakat tentang pentingnya mengikuti Program JKN-KIS lewati kunjungan dan pendekatan secara langsung kepada masyarakat sekaligus mengingatkan kepada peserta yang sudah terdaftar agar rutin membayar iurannya. Selain hak yang didapatkan, ada juga kewajiban yang harus dipenuhi oleh peserta tersebut, oleh sebab itu dibutuhkan sistem gotong-royong dalam pengelolaan Program JKN-KIS yang diterapkan kepada seluruh peserta dan masyarakat.

Nur Ramlah adalah seorang Kader JKN yang direkrut oleh BPJS Kesehatan Cabang Merauke yang diperuntukan sebagai pengingat dan pengumpul iuran, baik kepada  peserta PBPU yang aktif maupun menunggak. Nur yang terkenal sebagai pribadi yang suka bekerja keras dan hidup berkecukupan dengan membesarkan kedua anaknya dan selalu tampak ceria dalam menyelesaikan semua pekerjaannya. Saat bertemu dengan tim Jamkesnews, Selasa (12/11) ia kemudian menceritakan tentang pengalamanya saat bersosialisasi dengan peserta.

“Niat saya untuk mendaftar sebagai Kader JKN karena ini adalah suatu tugas yang mulia. Saya ingin sekali membantu orang yang lagi susah, padahal awalnya saya hanya fokus membantu keluarga yang ingin mendaftarkan diri sebagai peserta. Lama-kelamaan saya mulai terbiasa dengan pekerjaan ini dan banyak yang meminta bantuan untuk mendaftarkan mereka untuk ikut Program JKN-KIS, diantaranya ada yang pedagang, berjualan di kios, dan hampir semua dari kalangan masyarakat biasa yang dibantu sehingga ada rasa kebanggaan tersendiri untuk saya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa didalam menjalani tugas sebagai Kader JKN ini sebenarnya ada suka dukanya juga. “Di saat kita membantu orang yang sedang membutuhkan dan terpenuhi ucapan terima kasih dan doa mereka kepada kita sangatlah bermakna dan saya bersyukur atas itu. Cuma, namanya pekerjaan kadang kita diperhadapkan dengan hal-hal yang kurang mengenakan juga pastinya. Ditempat penagihan saya ada beberapa peserta yang menunggak sampai dengan beberapa bulan jadi disaat kita menagihkan masih banyak yang berpikir bahwa belum pernah pakai karena belum sakit jadi tidak ada biaya yang harus dibayar. Kadang hal seperti inilah yang perlu kita edukasi dan membutuhkan kesabaran karena setiap orang memiliki pola berpikir yang berbeda-beda, jadi kita harus sabar dalam menjelaskan manfaat dari Program JKN-KIS tersebut,”tuturnya.

Dibaca 66 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.