Seludupkan Ratusan Kilogram Coklat, WNA PNG Ditangkap | Pasific Pos.com

| 10 December, 2019 |

pelaku dan barang bukti saat diamankan pelaku dan barang bukti saat diamankan

Seludupkan Ratusan Kilogram Coklat, WNA PNG Ditangkap

Kriminal Penulis  Rabu, 13 November 2019 20:51 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura – Tim Patroli Lantamal X Jayapura menangkap empat warga Papua Nugini (PNG) atas dugaan penyelundupan coklat di wilayah Perairan Skouw Jayapura yang berbatasan dengan wilayah negara PNG, Rabu (13/11) pagi.

Keempat pelaku yang merupakan warga negara asing asal Papua New Guinea masing-masing bernama Donny Morgan (37 tahun), Austin Duhu (34 tahun), Caspar Marevi (36 tahun) dan Leonard (23 tahun).

Komandan Lantamal X Jayapura Brigjen TNI (Marinir) Nurri Adrianis Djatmika kepada wartawan di Satkamla Jayapura, Rabu (13/11)  mengatakan, keempat warga telah diamankan bersama barang bukti 12 karung coklat disita petugas bersama sebuah perahu motor.


Dia menjelaskan, penangkapan berawal dari kecurigaan anggota yang sedang berpatroli di Perairan Skouw Jayapura.

“Saat diperiksa ditemukan 12 karung yang ternyata berisi coklat. Nah, saat ini kami melakukan koordinasi dengan pihak terkait,” katanya.

Soal pengawasan wilayah perairan, Djatmaika memandang keberadaan kantor bersama pengawasan pelintas batas sangat dibutuhkan. Sebab, masih banyak warga yang menggunakan jalur perairan sebagai sarana transportasi.
Apalagi masih ditemukannya barang-barang ilegal baik dari Indonesia ke PNG maupun sebaliknya yang dinilai sangat merugikan pemerintah.

“Ini jelas sangat merugikan pemerintah daerah. Kami ingin menegakkan kedaulatan melalui hukum yang berlaku bagi semua pihak yang melintas perbatasan perairan,” katanya.

Sementara itu Kasie Karantina Tumbuhan Balai Pertanian Jayapura, Jeam Hattu mengapresiasi langkah Satuan Patroli Lantamal X Jayapura yang telah menggagalkan penyelundupan komoditi coklat ke wilayah Jayapura.

“Pada dokumen berisi kulit kayu masohi, namun setelah dicek ternyata berisi coklat. Total 12 karung, sehingga barang bukti diamankan dan sesuai tugas masing-masing, coklat ini diserahterimakan kepada Karantina Pertanian,” katanya.

Dibaca 53 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.