Polisi Bekuk Residivis Curas di Dok IX Kali | Pasific Pos.com

| 11 December, 2019 |

pelaku saat diamankan di Mapolsek Jayapura Utara pelaku saat diamankan di Mapolsek Jayapura Utara

Polisi Bekuk Residivis Curas di Dok IX Kali

Kriminal Penulis  Rabu, 13 November 2019 03:36 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA – Anggota Unit Reskrim Polsek Jayapura Utara berhasil mengamankan seorang residivis kasus curas berinisial TR (25) warga Dok IX Kali Belakang Gereja Betania Distrik Jayapura Utara, Senin (11/11) siang.

Pelaku ditangkap berdasarkan dua laporan polisi terkait kasus pencurian disertai kekerasan dan pengerusakan yang menimpah dua korban yakni Dollan Sohilait (17) dan  Jimmy Antony Sembiring (20) beberapa waktu lalu.

Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas ketika dikonfirmasi melalui Kapolsek Jayapura Utara IPTU Handry M. Bawiling menerangkan saat ini TR pemuda berusia 25 tahun telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencurian disertai kekerasan berdasarkan dua laporan polisi yang diterima Polsek Jayapura utara pada 24 dan 31 Oktober lalu.

“Pelaku sudah mendekam dibalik jeruji besi untuk mempertangung jawabkan perbuatan sesuai hukum yang berlaku, dimana pelaku telah melakukan perampasan HP dengan cara mengancam korban serta melakukan pengeruskan mobil menggunakan sebilah parang,” terangnya saat ditemui di ruang kerjannya, Selasa (12/11) siang.

 Ia menerangkan penangkapan pelaku berawal dari laporan warga terkait adanya keributan diseputaran Dok IX Kali Belakang Gereja Betania Distrik Jayapura Utara. Ketika itu anggota yang mendatangi lokasi kejadian mendapati pelaku dan selanjutnya pelaku diamankan.

“Dari hasil pemeriksaan diketahui pelaku TS baru saja bebas dari Lapas Abepura beberapa bulan lalu terkait kasus penganiayaan, selain itu juga kami terima laporan warga bahwa pelaku sering membuat onar dan  meresahkan warga di sekitar dok 9 Kompleks Gereja,” ucapnya.

Mantan Kasat Reskrim Polres Kepulauan Yapen ini pun menambahkan atas perbuatanya TR dijerat pasal 365 KUHP dan pasal 335 tentang pemcurian disertai kekerasan dan ancaman serta  Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951 terkait kepemilikan senjata tajam, dengan ancaman penjara diatas lima tahun penjara.

Dibaca 38 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.