Kenaikan Iuran BPJS, Pemprov Papua Akan Ketemu Kemenkes | Pasific Pos.com

| 20 January, 2020 |

Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal

Kenaikan Iuran BPJS, Pemprov Papua Akan Ketemu Kemenkes

Info Papua Penulis  Rabu, 13 November 2019 03:01 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Pemerintah Provinsi Papua akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait kenaikan iuran BPJS yang dianggap memberatkan masyarakat.

Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE. MM kepada wartawan, Selasa (12/11) menilai kenaikan iuran BPJS akan memberi beban berat kepada masyarakat.

“Nanti kita coba tanyakan ke pemerintah pusat dalam hal ini kementerian kesehatan, karena kalau ini terjadi Papua tidak sama yang terjadi di daerah lain,” Kata Klemen Tinal.

Ia mengatakan dengan adanya koordinasi dengan Kementerian Kesehatan, diharapkan ada solusi terhadap kenaikan BPJS.

“Kita harap ada solusi soal kenaikan iuran ini,” Terangnya.

Seperti diketahui kenaikan iuran BPJS berlaku untuk seluruh segmen peserta, dengan besaran sebagai berikut: Iuran mandiri Kelas III dari Rp 25.500 per bulan menjadi Rp 42.000. Kelas II dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000. Kelas I dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000.31

Kenaikan ini sesuai Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 yang mengatur kenaikan iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diteken Presiden Joko Widodo pada 24 Oktober 2019. Kenaikan tarif berkisar 65 hingga 116 persen, yang berlaku mulai 1 Januari 2020.

Kenaikan tersebut untuk menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan yang sudah berlangsung sejak 2014. Nilainya terus bertambah. Pada 2019 defisit sebesar Rp 32 triliun, dan diprediksi mencapai Rp 77 triliun pada 2024 jika iuran tak dinaikkan.

Dimana ada sejumlah sebab BPJS Kesehatan mengalami defisit. Selain kurangnya disiplin peserta dalam membayar iuran, rasio pembayaran klaim pun tinggi di atas 100 persen. Di sisi lain, biaya pengobatan untuk penyakit katastropik terus meningkat.

Dibaca 61 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik