Polisi Gagalkan Penyelundupan Ratusan Miras Asal Manado di Pelabuhan Laut Jayapura | Pasific Pos.com

| 14 December, 2019 |

Kapolsek KPL saat menunjukkan ratusan liter Miras Asal Bitung yang hendak diseludupkan ke Jayapura Kapolsek KPL saat menunjukkan ratusan liter Miras Asal Bitung yang hendak diseludupkan ke Jayapura

Polisi Gagalkan Penyelundupan Ratusan Miras Asal Manado di Pelabuhan Laut Jayapura

Kriminal Penulis  Senin, 11 November 2019 05:16 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA - Anggota Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Laut Jayapura berhasil menggagalkan penyeludupan ratusan liter miras oplosan jenis captikus asal Bitung Sulawesi Utara, Minggu (10/11) pagi.

Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas melalui Kapolsek KPL Jayapura Iptu Joko Prayogo menerangkan ratusan liter miras asal Manado itu diamankan dari tangan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) pelabuhan laut Jayapura saat embargasi penumpang turun dari Kapal Motor (KM) Dobonsolo.

"Anggota yang melakukan pengamanan curiga barang bawaan milik penumpang byabg diangkat oleh salah seorang saksi dari atas kapal, saat di periksa ternyata berisikan miras lokal jenis captikus yang dikemas didalam 15 karton," ucapnya Minggu (10/11) siang.

Kata Joko, pihaknya belum mengetahui siapa pemilik dari ratusan liter miras tersebut.

"Modusnya masih pakai Modus lama dengan menggunakan jasa bongkar muat. Ketika barangnya diangkat yang bersangkutan memantau dari jauh, saat di tangkap pelaku langsung kabur," bebernya.

Ia pun menduga, miras tersebut akan diedarkan di Kota Jayapura bahkan hingga luar kota, mengingat saat ini sudah mendekati perayaan Natal.

"Jelang perayaan Natal mendatang kami akan terus melakukan pengamanan extra guna mengantisipasi adanya penyeludupan barang terlarang baik dari dalam maupun luar Jayapura," tegasnya.

Saat ini terang Joko, ratusan miras tersebut telah diamankan di Mapolsek Kawasan Pelabuhan Laut Jayapura guna dijadikan barang bukti.

Dibaca 64 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX