Pasific Pos.com | Kotak Hitam Trigana Ditemukan

  |  24 October, 2017

Kotak Hitam Trigana Ditemukan

Headline Penulis  Rabu, 19 Agustus 2015 19:41 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Sentani,- Black box (Kotak Hitam) pesawat Trigana Air ATR 42 PK YRN yang mengalami kecelakaan, Minggu (18/8)  di daerah Atinong Distrik Oksob Pegunungan Bintag Papua telah ditemukan.
Kepala Basarnas Marsdan Bambang Soelistyo di Base Ops Lanud Sentani, Selasa (19/08) mengatakan, kota hitam telah ditemukan dan akan diserahkan ke KNKT untuk proses lanjut.
Selanjutnya, kata Soelistyo, tinggal menunggu proses evakuasi, yang akan dilakukan hari ini, jika cuaca memungkinkan maka dapat dilakukan evakuasi, jika tidak maka akan dilakukan esok hari.
"Kita tinggal menunggu proses evakuasi, kalau bisa hari ini kita evakuasi, kalau tidak besok hari," tandasnya.
Dikatakan, jalannya evakuasi terkendala cuaca yang kurang bersahabat, hingga heli bell tidak bisa masuk di atas area tersebut.
"Harus diperhitungkan atas apa yang kita keluarkan dengan  hujan yang begitu lebat, perjalanan darat menempuh 4 jam dengan evakuasi menggunakan heli kopter 5 menit saja, sehingga kita tunggu cuaca yang bagus. Dengan jalan darat membawa 54 kantong jenazah sama dengan membuang-buang waktu yang tidak diperlukan. pilihan terbaik kita adalah menggunakan heli kopter," tegasnya.
Untuk jenazah, terang Soelistyo,  keseluruhan telah dimasukkan ke kantong jenazah, tinggal proses evakuasi ke Jayapura.
Selain itu, yang menjadi perhatian adalah keinginan keluarga yang harus menjadi perhatian, pasalnya kata Soelistyo beberapa keluarga dari Oksibil meminta keluarga mereka dimakamkan di Oksibil, sedangkan ini harus di identifikasi oleh tim DVI (Desaster Viktim and Identifikation) dan memerlukan waktu.
"Saya hanya ingin bernegosiasi dengan keluarga, dari pada yang 54 itu tertahan ada Oksibil hanya untuk mencari identifikasi keluarga yang ada di sekitar Oksibil, maka itu membuang-buang waktu,  bagusnya kita dorong ke Jayapura  masuk ke rumah sakit Bhayangkara, disana sudah ada tim DVI, sehingga sama-sama bekerja begitu ketemu nanti yang harus dirawat dan di kembalikan ke Oksibil tidak jadi masalah,kita punya pesawat," ujarnya.
Tambahnya, selain mempermudah proses evakuasi dan identifikasi, juga agar tidak adanya beban psikologi bagi personel yang ada dilapangan dari pihak keluarga korban.
Dikatakan pula, terkait uang PSKS ( Program Simpanan Keluarga Sejahtera) sejumlah 6,5 Milyar yang dibawa pegawai PT. Pos Indonesia Regional Papua kondisinya sudah tidak utuh.
"Masalah uang tidak ada kaitannya dengan Basarnas mau besar atau kecil, namun kita punya beban moral untuk bisa menemukan dan bisa mengamankan, yang dilaporkan kepada saya uang itu ada, namun kondisinya sudah hangus, masih ada sebagian nampak kalau itu uang namun tidak utuh lagi," ungkapnya.
Dana PSKS sejumlah 6,5 Milyar tersebut merupakan uang yang berdasarkan informasi dari kepala PT. Pos Indonesia regional Papua Agus Budi Satriyo akan di serahkan secara simbolis oleh Bupati Pegunungan Bintang Wilengton Wenda pada Rabu (20/8), namun akibat kecelakaan pesawat Trigana Air yang juga menewaskan seluruh penumpang dan awak pesawat tersebut membuat penyaluran dana PSKS batal dilakukan. (Fani/Edi)

Dibaca 323 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Berita Terkini