Minim Orang Asli Papua Jadi Legislator, Yan Mandenas: Salah Kepala Daerah | Pasific Pos.com

| 10 December, 2019 |

Anggota Komisi I DPR RI, Yan Mandenas (kiri) Anggota Komisi I DPR RI, Yan Mandenas (kiri)

Minim Orang Asli Papua Jadi Legislator, Yan Mandenas: Salah Kepala Daerah

Sosial & Politik Penulis  Sabtu, 09 November 2019 09:48 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Keterwakilan Orang Asli Papua (OAP) yang duduk di lembaga DPRD kabupaten/kota di Papua sangat minim.

Anggota Komisi I DPR RI, Yan Mandenas, mengatakan bahwa minimnya OAP menjadi legislator karena kesalahan pimpinan daerah (bupati/walikota) di Papua.

“Para pengambil kebijakan di Papua harus memikirkan kondisi ini, sehingga nanti pemilu 2024 tidak terjadi seperti ini lagi,” kata Yan Mandenas kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Papua, forkopimda, tokoh masyarakat dan tokoh adat di Sasana Karya, Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Jumat (8/11/2019)

Menurut Yan Mandenas,  kepala daerah adalah pembina politik, dan semua kepada daerah di Papua adalah orang asli Papua, maka saatnya dilakukan kaderisasi untuk persiapan pemilu 2024.

Yan mengatakan, jika masyarakat marah karena keterwakilan OAP di legislatif minim, Selama ini kepala daerah buat apa? Sementara mayoritas bupati adalah orang asli Papua, kita mau salahkan pemerintah soal regulasi, regulasi model apa yang mau diproteksi, maka kita proteksi dari sisi kebijakan politik, dimana, kepala daerah buat kaderisasi  dari sekarang, kemudian didistribusikan ke semua partai politik untuk persiapan pemilu 2014,” kata Mandenas.

Yan Mandenas mengimbau kepada para kepada daerah di Papua, jangan hanya fokus mengurusi birokrasi dan pembangunan, tapi kaderisasi di bidang politik penting dilakukan, dengan demikian, kedepan OAP bisa menduduki jabatan-jabatan politik yang ada.

Diketahui, Hasil pesta demokrasi Pemilihan Umum Legislatif 17 April 2019, keterwakilan orang asli Papua yang duduk di lembaga DPRD kabupaten/kota di Papua dan Papua Barat sangat minim.

Seperti di Kota Jayapura dari total 40 kursi DPRD, orang asli Papua hanya 13 orang, Kabupaten Jayapura dari 25 kursi DPRD, orang asli Papua hanya 7 orang, Kabupaten Sarmi, dari 20 kursi DPRD hanya 7 orang asli Papua.

Kabupaten Boven Digoel dari 20 kursi DPRD hanya 4 orang asli Papua, di Kabupaten Merauke dari 30 kursi, orang asli Papua hanya 3 orang, di Kabupaten Keerom dari 23 kursi DPPRD orang asli Papua hanya 7 orang.

Dibaca 109 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX