BMKG Stasiun Meteorologi Timika Deteksi 31 Titik Api Wilayah Maluku Papua | Pasific Pos.com

| 21 November, 2019 |

Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Timika, Dwi Chris Tanto Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Timika, Dwi Chris Tanto

BMKG Stasiun Meteorologi Timika Deteksi 31 Titik Api Wilayah Maluku Papua

Lintas Daerah Penulis  Jumat, 08 November 2019 01:38 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika, Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Timika Dwi Chrsi Tanto mengatakan, pihaknya mendeteksi sebagai 31 titik api di wilayah Papua dan Maluku. yang mana titik api yang berada wilayah Papua terdeteksi diwilayah Merauke dan sekitarnya.

"Kalau untuk titik api di Merauke itu memang jujur kita takut untuk publis masalah itu. Memang kita tahu tapi kita agak bingung," kata Dwi saat ditemui di kantor pemantauan BMKG Timika, Kamis (7/11).

Kendati mendeteksi adanya titik api di wilayah Merauke, namun kondisi cuaca disana masih terbilang normal. Hanya saja perlu diantisipasi wilayah Kabupaten Mimika bisa menerima dampak yang ditimbulkan dari kebakaran hutan yang terjadi disana.

Hal tersebut didukung dengan hembusan angin dari wilayah selatan dan tenggara atau berhembus dari wilayah Australia.

"Karena kita lihat kondisi cuaca di Merauke itu baik2 saja, cuma kebakaran disana dan angin larinya ke Timika pasti timika akan kena," ungkapnya.

Ia menyebutkan pertanggal 6 November kemarin, pihaknya merilis sebanyak 81 titik api diwilayah Papua dan Maluku. dari 81 titik api tersebut sebanyak 31 titik api terdeteksi di wilayah Papua.

"Kemarin itu masih ada 81 titik api untuk Papua Maluku, 31 titik api itu ada disini," terangnya.

Sementara itu ditanya jarak pandang. Kata dwi, hingga saat ini kondisi jarak pandang untuk wilayah Kabupaten Mimika masih normal, yang mana normalnya mencapai 5 hingga 8 Km. bisa saja terjadi kebakaran di Merauke dan asapnya berhembus ke Timika, namun dampaknya tidak sebesar yang terjadi beberapa tahun lalu karena disebabkan terjadinya hujan lokal sehingga asap-asap tersebut hilang.

"Untuk visibilitynya masih normal 8 Km, 5 Km aja pesawat masih bisa masuk, kan batas minimal itu 2,5 Km untuk pesawat sudah susah untuk mendarat," jelasnya. (Ricky)

Dibaca 35 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.