Aniaya Siswa SD, Guru Honor Dilaporkan Ke Polisi | Pasific Pos.com

| 21 November, 2019 |

Korban kekerasan dari Oknum Guru Honorer, Berusia 10 tahun berinisial MM Korban kekerasan dari Oknum Guru Honorer, Berusia 10 tahun berinisial MM

Aniaya Siswa SD, Guru Honor Dilaporkan Ke Polisi

Kriminal Penulis  Rabu, 06 November 2019 23:11 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Seorang Guru Honorer di SD Negeri 1 Demta, Distrik Demta, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa 5 November 2019,  harus berurusan dengan kepolisian setempat, atas ulah kekerasannya terhadap  anak didiknya, berusia 10 tahun yang duduk dibangku kelas 5.  

Dari kronologis yang diterima Pacifikpost.Com, dimana Selasa tanggal 5 November 2019 sekitar pukul 09.30 WIT bertempat didalam ruang kelas sekolah SD Negeri 1 Demta, Distrik Demta. Telah terjadi kasus penganiayaan oleh seorang  guru honorer berinisial (MT) kepada anak muridnya berinisial (MM) disaat jam sekolah.

Kejadian itu terjaďi disaat proses belajar berlangsung pelaku menegur salah seorang muridnya, yang diketahui sebagai korban,  sedang mengangkat kakinya diatas meja, lalu guru tersebut menegurnya namun tak didengarkan sehingga guru tersebut mengambil rotan langsung meleparkannya kearah murid tersebut akan tetapi tidak mengenai dan pantul dan mengenai pelipis kanan mata kanan korban lalu darah sehingga korban menangis dan langsung pulang jalan kaki menuju kerumahnya di asrama Polsek Demta.

Pukul 09.50 WIT, korban sampai dirumahnya dan menceritakan kejadian yang dialami kepada orangtuanya yang juga anggota Polri. Kemudian orang tua korban langsung menuju ke sekolahannya untuk menemui guru tersebut akan tetapi guru tersebut sudah tidak ada. Orang tua korban kembali kerumah dan langsung membawa anaknya ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Setelah berobat ke Puskesmas, pukul 10.20 WIT, orangtua korban bersama anaknya datang ke Polsek Demta untuk membuat laporan polisi terkait kejadian yang menimpa anaknya.

Kapolres Jayapura, AKBP. Victor Dean Mackbon yang dikonfirmasi soal kejadian tersebut membenarkan kejadian tersebut, dan oknum guru tersebut sementara sudah ditahan di Polsek Demta untuk bertanggungjawab terkait masalah tersebut.  

"Ya, pelaku oknum guru tersebut sudah ditahan di Polsek Demta untuk bertanggung jawab terkait perbuatannya", kata Kapolres Jayapura, saat dihubunggi, Selasa Malam.

Sementara itu sebagai keluarga korban, paman korban Richard Mayor memgatakan pelaku  oknum guru tersebut kabarnya sudah diamankan oleh kepolisian di Polsek Demta. Dan kami sebagai keluarga korban, mengingkan pertangungjawaban hukum dari oknum guru tersebut. Agar menjadi contoh bagi guru-guru lain dalam membina dan membingbing anak didiknya. Sebab guru adalah pendidik, bukan penyiksa peserta didiknya.

"oknum guru tersebut sudah di amanakan di Polsek Demta. Kami sebagai keluarga korban, mengingkan pertangungjawaban hukum dari ulah oknum guru tersebut. Agar menjadi contoh bagi guru-guru lain dalam membina dan membingbing anak didiknya. Sebab guru adalah pendidik, bukan penyiksa peserta didiknya" kata Paman Korban.

Lanjut, Richard sebuah kekerasan terhadap anak didik, apalagi anak dibawa umur harus dilawan.  Dan kekerasan itu dilakukan oleh seorang pendidik, yang disandang oleh seorang guru. Maka proses hukum harus dilakukan untuk memberikan efek jera dan kesadaran bagi si pelakunya.  

Sementara korban trauma, dan rencana korban di bawa ke RS.Bhayangkara Polda Papua untuk diperiksa, sebab benturan kekasan terjadi di wajah pelipis sebelah kanan, dan sekitar mata kanan korban. Ujar Richard.

Dibaca 111 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX