ITK Papua 100,08, BPS : Kondisi Ekonomi Konsumen Meningkat | Pasific Pos.com

| 22 November, 2019 |

BPS Papua merilis pertumbuhan ekonomi. BPS Papua merilis pertumbuhan ekonomi.

ITK Papua 100,08, BPS : Kondisi Ekonomi Konsumen Meningkat

Ekonomi & Bisnis Penulis  Rabu, 06 November 2019 10:40 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Provinsi Papua pada triwulan III tahun 2019 (Juli-September) sebesar 100,08. Angka ITK yang berada di atas 100 mengindikasikan bahwa kondisi ekonomi konsumen meningkat dengan tingkat optimisme yang lebih rendah dibandingkan kondisinya pada triwulan II tahun 2019 (April-Juni) 118,68.

Kepala Bidang Neraca Wilayah Statistik BPS Provinsi Papua, Eko Mardiana mengatakan, peningkatan nilai ITK Provinsi Papua di triwulan ketiga ini disebabkan meningkatnya variabel pendapatan rumah tangga dengan nilai indeks 104,63.

“Sedangkan, variabel pengaruh inflasi terhadap konsumsi rumah tangga dan volume konsumsi barang dan jasa justru menurun dengan nilai indeks masing-masing sebesar 94,24 dan 96,65,” jelas Eko Mardiana, Selasa (5/11/2019).

Ditambahkan, peningkatan pendapatan rumah tangga kemungkinan karena adanya pembayaran gaji ke-13 kepada pegawai negeri sipil (PNS/ASN). Sementara, penurunan angka indeks pengaruh inflasi terhadap konsumen kemungkinan disebabkan oleh terjadinya deflasi selama periode Juli – September terutama kelompok bahan makanan.

Penurunan harga ini, kata Eko Mardiana, diakibatkan oleh adanya penurunan harga hasil pertanian karena panen yang melimpah seperti cabai rawit dan cabai merah.

“Selain itu, terjadi penurunan volume konsumsi barang dan jasa masyarakat akibat adanya kerusuhan yang terjadi di sejumlah wilayah di Papua selama Agustus dan September 2019,” ucapnya.

“Dampak kerusuhan antara lain komunikasi terganggu karena sinyal internet pada sejumlah wilayah di Papua tidak berfungsi, sejumlah kegiatan instansi di Papua dibatalkan sehingga akomodasi menurun, serta rekreasi atau hiburan menurun karena masyarakat memilih untuk tidak melakukan kegiatan di luar rumah,” sambung Eko Mardiana.

Sebagai informasi, ITK adalah indikator perkembangan ekonomi konsumen terkini yang dihasilkan BPS melalui survei tendensi konsumen (STK). ITK merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan perkiraan triwulan mendatang.

Nilai ITK menunjukkan derajat kestabilan ekonomi yang ditunjukkan oleh perilaku konsumen dalam menyimpan dan membelanjakan pendapatan rumah tangganya.

Jika kepercayaan konsumen meningkat, mengindikasikan bahwa keadaan ekonomi yang baik dan konsumen lebih banyak membelanjakan uangnya untuk konsumsi. Sebaliknya, jika konsumen pesimis maka mereka akan mengurangi pengeluaran rumah tangga dan meninjau ulang keadaan finansialnya. (Zulkifli)

Dibaca 39 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.