Di Perbatasan, Satgas RI-PNG Temukan Tiga Senjata Rakitan | Pasific Pos.com

| 21 November, 2019 |

Anggota Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 713 Satya Tama menemukan tiga pucuk senjata rakitan tak bertuan Anggota Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 713 Satya Tama menemukan tiga pucuk senjata rakitan tak bertuan

Di Perbatasan, Satgas RI-PNG Temukan Tiga Senjata Rakitan

Lintas Daerah Penulis  Selasa, 05 November 2019 22:24 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 713 Satya Tama menemukan tiga pucuk senjata rakitan tak bertuan di dalam hutan Muara Tami, Kota Jayapura, Senin (4/11).

Ketiga senjata ditemukan dalam tumpukan daun kelapa kering yang diduga menjadi tempat persinggahan pelintas di hutan. Dari tiga pucuk senjata, dua di antaranya jenis laras pendek dan satu sisanya laras panjang.

Komandan Satgas Pamtas Yonif 713/ST, Letkol Inf Dony Gredinand menerangkan ketiga senjata tidak bertuan yang diketemukan kini telah diamankan di Pos Kotis Skouw untuk dilaporkan ke komando atas.

Temuan itu, kata Dony berawal dari laporan seorang petani berinisial JD (35 tahun) warga Kampung Selayar yang mendengar suara letusan tembakan dari arah hutan saat memancing di telaga dekat Pos Bendungan Tami, 30 Oktober lalu.

“Masyarakat ini kemudian melaporkannya kepada Komandan Pos Bendungan Tami, Letda Inf Joshua Prayogi Saragih dilanjutkan patroli serta penyisiran di sekitar Telaga. Namun tidak membuahkan hasil,” kata Dony.

Penyisiran terus berlanjut hingga hari keenam. Patroli yang dipimpin Sertu Ferian menemukan tumpukan daun kelapa yang diduga tempat peristirahatan orang yang melintas di hutan.

“Saat pengecekan ditemukan karung berisi 3 pucuk senjata rakitan, 2 jenis laras pendek dan 1 laras panjang,” terangnya.

Dony mengaku bangga dengan kepedulian masyarakat yang telah melaporkan suara letusan tembakan hingga berhasil menemukan tiga pucuk senjata rakitan. Dia pun mengajak masyarakat agar melaporkan kepada aparat keamanan jika mendengar atau melihat kejanggalan.

“Saya bangga karena masyarakat mau membantu TNI untuk menciptakan rasa aman,” ucapnya.

Dibaca 33 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.