Pemilihan Lokasi Pantai, Pascalis: Sejalan Dengan SMPN Buti Sebagai Sekolah Pantai | Pasific Pos.com

| 8 December, 2019 |

Kepala Sekolah SMP Negeri Buti, Pascalis Tethool, SS (Foto:iis) Kepala Sekolah SMP Negeri Buti, Pascalis Tethool, SS (Foto:iis)

Pemilihan Lokasi Pantai, Pascalis: Sejalan Dengan SMPN Buti Sebagai Sekolah Pantai

Papua Selatan Penulis  Senin, 28 Oktober 2019 20:08 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Kepala Sekolah SMP Negeri Buti, Pascalis Tethool, SS mengemukakan bahwa kegiatan bertema pekik kebangsaan anak nusantara dilaksanakan pihaknya dengan memilih lokasi di pinggir pantai karena sejalan dengan SMPN  Buti yang telah ditetapkan sebagai sekolah pantai bekerjasama dengan Kementerian Perikanan dan konsep SMPN Buti sebagai sekolah ramah anak serta sebagai sekolah model. Pihaknya menterjemahkan tiga model sekolah tersebut dan dengan semangat yang ada untuk merayakan Sumpah Pemuda tahun ini. Selain itu dengan menggandeng sekolah-sekolah yang ada di pinggiran maka akan semakin menunjukkan nuansa anak nusantara yang sesungguhnya dan memperlihatkan dimensi kebangsaan.

“Konsep ini benar-benar memperlihatkan sesuatu yang berbeda, jadi tidak monoton di sekolah namun kami keluar dan mengajak masyarakat pinggiran sehingga ini menjadi pesta bersama, ada kerjasama dan kolaborasi di dalamnya,”jelas Pascalis kepada wartawan di Pantai Lampu Satu, Senin (28/10). Lebih lanjut ia mengungkapkan, tema pekik kebangsaan yang diusung diharapkan benar-benar dihayati oleh para siswa dan dinikmati sebagai sebuah kekuatan.

Sedangkan terkait dengan pembelajaran tematik yang juga turut diselipkan pada kegiatan perdana tersebut, menurutnya menjadi alternatif jawaban dari kebutuhan proses pembelajaran. Jadi bukan hanya kecerdasan tetapi bagaimana karakter bangsa dibangun lewat pembelajaran. Pantai digunakan sebagai laboratorium atau tempat pembelajaran berlangsung. Salah satu contoh untuk pelajaran biologi dimana siswa dapat langsung melihat biota laut sehingga contoh yang dilihat benar-benar nyata. “Untuk itu konsep seperti ini kami coba bangun agar nilai-nilai kebangsaan itu tidak hanya diucapkan namun dilaksanakan dan dirayakan lewat kolaborasi ini,”pungkas Pascalis.

Dibaca 59 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.