Sejarah Bangsa Ini, Sejarahnya Pemuda | Pasific Pos.com

| 14 December, 2019 |

Ketua BEM Fakultas Pertanian Unmus, Rangga Dana Langit (Foto:ist) Ketua BEM Fakultas Pertanian Unmus, Rangga Dana Langit (Foto:ist)

Sejarah Bangsa Ini, Sejarahnya Pemuda

Papua Selatan Penulis  Minggu, 27 Oktober 2019 21:07 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

Oleh: Rangga Dana Langit (Ketua BEM Fakultas Pertanian Unmus)



MERAUKE,ARAFURA,-Sejarah bangsa ini adalah sejarahnya pemuda,sejak  28 Oktober 1928 sampai sekarang kita memperingati hari Sumpah Pemuda. Sumpah yang menjadi tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia ,ada sebuah ikrar yang kuat dalam jiwa pemuda saat itu. Waktu itu pemuda berkumpul dalam sebuah keresahan tentang bangsa ini,tentang sebuah kebebasan dalam memerdekaan bangsa ini melawan penjajah. Ada tekad yang kuat dalam menyatukan perbedaan,adanya tujuan  mulia yang melihat waktu itu situasi bangsa yang masih terbelenggu oleh penjajah. Idealisme nasional yang tertanam pemuda waktu itu demi menjaga martabat bangsa dengan semangat dan penuh pengorbanan,pada masa itu kemerdekaan ialah harga mati. Adanya semangat demi membebaskan bangsa dari segala macam penjajah pemuda bergerak dari setiap ruang.

Pemuda ialah kaum yang berusia 16-30 tahun , dengan kematangan jasmani,perasaan dan akalnya pemuda sangat berpengaruh terhadap maju tidak nya bangsa ini yang dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Di era zaman sekarang dengan pengaruhnya arus global pemuda harus berperan aktif dalam lingkup masyarakat , terutama memajukan daerah yang iya tinggali. Banyak ide yang harus lahir dalam setiap pemuda sehingga sumbangsih karya itu bisa bermanfaat untuk masyarakat. Generasi muda yang steril dalam kepentingan-kepentingan politik dan mempunyai pikiran organik memang harus digelorakan dan terus bergerak sesuai arus zaman.

Mengenai hal ini pemuda sekiranya adalah kaum progresif,kaum intelektual, kaum yang mempunyai jiwa militan yang tidak bisa goyah. Bahwa pemuda adalah tiang berdirinya sebuah peradaban ,dalam hal ini pemuda sangat berpengaruh seperti Revolusi Prancis tahun 1968, perjuangan gerakan rasial Amerika tahun 1955,Revolusi Iran tahun 1978 dan gerakan semangat kebangkitan nasional tahun 1908 dengan berdirinya Budi Oetomo sebagai simbol pergerakan pemuda di Indonesia.

Menjadi generasi millenial di ujung timur yang produktif tidak mudah, menciptakan pikiran positif melihat cela yang harus diisi,diikuti aksi nyata memahami isu-isu lokal dan permasalan sosial yang harus dikritisi. Belum lagi Indonesia akan menghadapi puncak bonus demografi  di tahun 2030,apakah kita pemuda di Merauke mampu menghadapi tantangan itu ? melihat kondisi Merauke saat ini , kita dihadapkan dua pilihan ikut ambil bagian atau diam dan mengabaikan persoalan tersebut. Adanya sebuah konflik baru-baru ini, isu sara menjadi persoalan yang bagi pemuda tidak boleh menutup mata, saya kira pemuda harus mengambil keputusan dengan cara terlibat.

Seperti halnya aksi damai solidaritas mahasiswa Papua kemarin yang dilakukan oleh mahasiswa dengan Organisasi sebagai jalan pergerakan,mengikuti organisasi adalah jalan yang harus digelorakan karena disinilah para pemuda digodok intelektualnya. Dengan mengurangi konflik horisontal antar masyarakat di Papua saat ini pemuda harus bergerak mengambil bagian dan selalu berfikir positif, diperingatan Sumpah Pemuda ini adalah momen yang harus dikobarkan semangat perjuangan. Kita harus menyadari adanya isu isu radikalisme yang terus menggerogoti bangsa ini, banyak sekali oknum yang memiliki kepentingan untuk mengadu domba dan pemuda adalah sasaran utamanya.

Seperti kita ketahui persaingan global di zaman sekarang menggunakan cara-cara tidak kasat mata , menggunakan media massa yang sangat sulit untuk kita pahami dan kita baca. Kondisi ini, membuat pemuda disini harus mengambil alih dan pintar-pintar menyaring informasi,  pemuda yang harus menjadi garda terdepan dalam melihat kondisi situasi seperti ini. Pemuda harus aktif dengan gerakan moral, mengikuti organisasi dan saling menjaga toleransi dengan tidak gampang tersulut amarah egoisme,disinilah pemuda yang memang harus berperan. Dengan cinta pada perjuangan, menjaga integritas dan Idealisme sebagai kemewahan terakir yang dimiliki oleh seorang pemuda. Memaknai Sumpah Pemuda tidak hanya argumentatif atau hanya pemaknaan gerakan kolosal ,menancapkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dengan terjun langsung ke dalam permasalahan bangsa itu adalah keniscayaan illahiah.

Melihat dari segi geografi Merauke , Merauke merupakan wilayah yang paling ujung timur Indonesia . Banyak kendala yang dialami oleh pemuda disini seperti sedikitnya fasilitas yang mendukung, dan itu membuat kita disini harus memiliki prinsip bahwa pemuda disini tidak mau kalah dengan daerah lain. Dengan menjaga kultur budaya kedaerahan,dan memanfaatkan sumber daya yang ada kita dituntut untuk berfikir dengan jangka panjang dan berkelanjutan. Merauke sendiri adalah “Indonesia Mini” yang penduduk nya berasal dari Sabang sampai Merauke ,pemuda disini sudah terbiasa dengan nilai-nilai toleransi kebangsaan dengan berlatar belakang dari berbagai macam.

Suku,etnis,budaya dan agama. Di era millenial ini, pemuda di Merauke harus mampu menempatkan posisinya, sebagai aktor pergerakan Masyarakat. Seperti kita ketahui perhelatan Pilkada akan segera digelar, sikap kritisme dan kepekaan sosial adalah nafas pergerakan pemuda,apakah menjadi pemuda yang mengikuti arus atau pemuda yang merdeka. Pada hal ini, pemuda harus jeli dan lebih aktif melihat tujuan-tujuan calon pimpinan negeri ini,bahwa pemuda sejatinya harus menjadi oposisi dan pemuda sebagai penggerak independen yang suci atas pragmatisme politik.

“Belajarlah dari barat,tapi jangan jadi peniru barat ,melainkan jadilah murid dari timur yang cerdas” dari kata Tan Malaka di atas perilaku kita harus berlandaskan karateristik ketimuran ,pemuda yang cerdas dan punya prinsip sendiri. Kultur yang harus digelorakan melihat situasi sekarang ini, dengan mengikuti organisasi atau kegiatan-kegiatan kepemudaan yang menambah wawasan. Cahaya Matahari selalu terbit dari ujung timur dan saat itulah pemuda disini menjemput cahaya itu ,cahaya perjuangan yang memberi semangat persatuan dan keutuhan bangsa dan negara. Pada akhirnya ,mengaplikasikan ikrar Sumpah Pemuda adalah hal yang wajib ,mempelajari analisis dinamika perpolitikan dan sebagai penetralisir politik perpecahan.

Dibaca 105 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.