Tiga Tukang Ojek Ditembak Mati OPM | Pasific Pos.com

| 9 December, 2019 |

Ilustrasi Ilustrasi

Tiga Tukang Ojek Ditembak Mati OPM

Headline Penulis  Minggu, 27 Oktober 2019 20:37 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA - Aksi kekejaman yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (kKB) kembali lagi terjadi, kali ini tiga tukang ojek tewas ditempat, di Kampung Pugisiga, Distrik Hatidipa Kabupaten Intan Jaya, Jumat (25/10) lalu.

Dari data yang di himpun ketiga korban yakni Rizal (31), Harianto (30) dan Lasoni (25) tewas ditembak usai mengantar penumpang, ketiganya merupakan warga kampung Yokatapa Distrik Sugapa.

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab dalam siaran persnya yang dikeluarkan Penerangan Kodam, Sabtu (26/10) mengatakan, teror ini membuktikan bahwa kelompok separatis selalu berusaha mengganggu kedamaian di tanah Papua. “Ini jelas bukan perbuatan orang-orang yang mengenal Tuhan,” kata Herman.

Herman menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan kepolisian dan Pemerintah Daerah untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok separatis yang selalu menciptakan teror dan ketakutan masyarakat.

“Mari kita bersama-sama menghentikan konflik yang terjadi di Papua. Papua adalah tanah yang diberkati Tuhan, jangan memberi kesempatan kepada pihak mana pun untuk menjadikan Papua sebagai wilayah konflik dan menjadi penghalang berkat bagi masyarakat Papua,” tegasnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal ketika di konfirmasi membenarkan kejadian itu, dimana dua dari tiga korban mengalami luka tembak sementara satu korbannya mengalami luka tikam.

Kamal menuturkan, kasus penembakan ini kali pertama diketahui oleh Titus Kobogau. Dia kemudian melaporkan kepada Bupati Intan Jaya dilanjutkan membentuk tim untuk mengecek informasi tersebut.

Berdasarkan informasi Samsul, pengurus ojek di Intan Jaya, lanjut Kamal, ketiga korban terakhir kali mengantar penumpang ke arah Kamping Pugisiga, Kabupaten Intan Jaya. Informasi ini pun diteruskan kepada masyarakat di Kampung Pugisiga yang berjarak 2 jam dengan kendaraan roda dua.

“Jarak ke Kampung Pugisiga hanya bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua dengan jarak tempuh lebih dari 2 jam, sehingga ketiga jenazah diantar oleh masyarakat secara bergotong royong hingga di Jembatan Hitadipa,” terangnya.

Kata Kamal, saat ini kasus penembakan itu kini ditangani oleh polres Paniai, selain itu tim gabungan TNI-Polri masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan.

Dibaca 79 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.