Kejurnas NPC 2019, Atlet Papua Lolos Tes Kesehatan | Pasific Pos.com

| 13 December, 2019 |

Kejurnas NPC 2019, Atlet Papua Lolos Tes Kesehatan

Olahraga Penulis  Jumat, 25 Oktober 2019 10:50 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,-  Atlet Nasional Paralympic Commite (NPC) Papua yang akan berlaga pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Kota Solo, Jawa Tengah 2019, dinyatakan lolos klasifikasi atau pemeriksaan kesehatan yang dilakukan dokter spesialis klasifikasi atlet difabel NPC Indonesia, Kamis (24/10) sore.

Para atlet diwajibkan mengikuti tes kesehatan sebagai syarat untuk mengikuti pertandingan olahraga disabilitas tersebut.

Mengingat atlet difabel berbeda dengan atlet normal dari tingkat kecacatatannya. “kita klasifikasi kan lebih dulu, kita golongkan lebih dulu sebelum bertanding. Contoh klasifikasi di cabang atletik antara atlet polio akan berbeda klasifikasinya atlet CP (Cerebral Palsy), berbeda juga atlet amputee,” ungkap Dr. Yanti selaku Tim Dokter Klasifikasi NPC Pusat.

Dijelaskasn, yang paling susah menentukan lolosnya klasifikasi seorang atlet yakni di cabang olahraga Atletik dan Renang.

Sebab, kelas yang dipertandingkan di dua nomor tersebut cukup banyak dan tingkat kecacatatannya hampir sama/mirip dari setiap atlet yang akan bertanding.

“Dan kita mau masukan ke dalam suatu klasifikasi sesuai memang ada kesulitan yang terutama kecacatatan atlet yang dari lahir, karena keterbatasan anggota tubuh mereka sulit untuk periksa secara keseluruhan, jadi menentukan mereka masuk kelas mana, harus butuh waktu yang lama dan ketelitian sejauh mana kecacatatannya, terutama untuk atlet Tuna Daksa,” ujarnya.

Ditambahkan, bahwa menentukan klasifikasi yang pasti untuk nomor bagi atlet difabel sesuai kecacatatan agar ketika bertanding tidak membahayakan atlet tersebut. “Jadi tidak sembarang kita menentukan klasifikasi seorang atlet, makanya jangan ada kesalahan karena bisa cedera saat bertanding atau mencelakakan atlet sendiri,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua NPC Papua H. Jaya Kusuma mengharapkan lolosnya ke-39 atletnya tersebut bisa menunjukan penampilan terbaiknya, apalagi klasifikasi ini tidak mudah dan harus berdasarakan tingkat kecacatatan para atlet sebelum bertanding.

“Saya bersyukur semua atlet bisa lolos klasifikasi dari tim dokter NPC Pusat, karena yang periksa atlet kita ini merupakan dokter-dokter spesialis dan memiliki kemampuan dalam klasifikasi atlet. Kami juga di Papua selama pembinaan, terus memeriksa kesehatan mereka dengan rutin agar ketika di ikutkan event olahraga tidak jadi kendala karena ada data kesehatan tiap atlet,” katanya.

Ditempat yang sama, Pelatih Atletik NPC Papua Pilipus. Pamangori mengungkapkan dalam Kejurnas kali ini, menurunkan 14 atlet terbaiknya dengan mengikuti nomor lempar, lari dan tolak. Mengingat cabor Atletik merupakan andalan Papua dalam meraih medali emas sebanya-banyaknya.

“14 atlet terbaik yang turun ini merupakan atlet persiapan Peparpenas dan Peparnas 2020 dan memiliki potensi meraih medali emas, apalagi pernah turun diberbagai kejuaraan Nasional bahkan Internasional. Sehingga saya optimis mereka bisa tampil baik, karena ini juga kesempatan untuk tunjukan prestasi, mengingat jika menjadi juara tidak menutup kemungkinan masuk pelatnas Asean Paragames Pilipina 2020,” tutupnya.

Dibaca 100 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.