Operasi Zebra Resmi Digelar | Pasific Pos.com

| 9 December, 2019 |

Anggota Lantas saat mengikuti apel (foto:ist) Anggota Lantas saat mengikuti apel (foto:ist)

Operasi Zebra Resmi Digelar

Papua Selatan Penulis  Kamis, 24 Oktober 2019 19:23 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,- Kapolres Merauke AKBP Bahara Marpaung, SH memimpin pelaksanaan apel gelar pasukan Operasi Zebra Matoa 2019 jajaran Polres Merauke, bertempat di lapangan Polres Merauke Rabu lalu. Bertindak sebagai pemimpin apel Kaur Bin Ops Sat Lantas IPTU Gideon Tehuayo dan perwira apel Kasat Lantas AKP M. Iskandarsyah, S.IK, M.M dan diikuti sebanyak 250 personil. Adapun peserta apel gelar pasukan terdiri dari pleton gabungan perwira Polres Merauke, perwira Yon E Pelopor dan perwira Brimob Satgas Aman Nusa I BKO Polda Papua,  pleton gabungan POM- TNI dan Propam, 1 Kompi  Satgas Aman Nusa I BKO Polda Papua, Pleton Yon E Pelopor Brimob Merauke, Pleton gabungan pers Polres Merauke dan pleton Dishub Merauke.

Sebagai tanda resminya pelaksanaan operasi dilakukan  penyematan pita operasi kepada perwakilan peserta yang terlibat dalam Operasi Zebra Matoa 2019 dilanjutkan dengan pembacaan amanat Kapolda Papua oleh Kapoles Merauke. Disampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Zebra Matoa tahun 2019 yang akan digelar mulai tanggal 23 oktober hingga 5 November 2019 di seluruh Jajaran Polda selama 14 hari.

Berdasarkan data Polda Papua jumlah kecelakaan lalu lintas pada pelaksanaan operasi zebra tahun 2018 adalah sebanyak 19 kejadian, mengalami kenaikan sebanyak 5 kejadian atau naik 36%dan korban meninggal dunia mengalami penurunan sebanyak 4 orang atau turun 50% dibandingkan periode yang sebelumya. Jumlah pelanggaran lalu lintas Operasi Zebra tahun 2018 sebanyak 4.954, mengalami peningkatan sebanyak 1.688 atau 52% dengan jumlah tilang sebanyak 3.274 lembar dan teguran sebanyak 1.680 lembar, hal ini terjadi karena keaktifan petugas dalam pelaksanaan operasi serta masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas di jalan.         

 Polisi lalu lintas memiliki fungsi yaitu: edukasi (pembelajaran); engineering (rekayasa); enforcement (penegakan hukum); Identifikasi dan registrasi pengemudi dan kendaraan bermotor; Pusat K3I (komunikasi,    koordinasi dan kendali, serta informasi); koordinator pemangku kepentingan lainnya serta memberikan rekomendasi dampak lalu lintas dan Korwas PPNS. Operasi ini dilaksanakan juga sebagai upaya cipta kondisi jelang Operasi Lilin tahun 2019 dalam rangka pengamanan Natal tahun 2019 dan tahun baru 2020.

Sedangkan prioritas pelanggaran yang menjadi sasaran, antara lain pengemudi menggunakan handphone, pengemudi melawan arus, pengemudi sepeda motor berboncengan lebih dari satu, pengemudi di bawah umur, pengemudi dan penumpang sepeda motor tidak menggunakan helm SNI, pengemudi kendaraan bermotor menggunakan  narkob atau mabuk dan pengemudi berkendara  melebihi batas kecepatan yang ditentukan.

Dibaca 53 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.