Kondisi Puskesmas Pembantu Ipaya Memperihatinkan | Pasific Pos.com

| 19 January, 2020 |

Wabup Mimika  bersama dua petugas pustu Ipaya, Distrik Amar Wabup Mimika bersama dua petugas pustu Ipaya, Distrik Amar

Kondisi Puskesmas Pembantu Ipaya Memperihatinkan

Lintas Daerah Penulis  Kamis, 24 Oktober 2019 12:59 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MIMIKA, Kondisi Puskesmas Pembantu (Pustu) Ipaya di distrik Amar kabupaten Mimika  yang melayani kampung Ipiri, Paripi dan Yaraya benar-benar sangat memperihatinkan.

Bangunan pustu ini tinggal menunggu waktu kapan roboh. Pasalnya rumah papan milik seorang warga Ipiri yang digunakan sebagai kantor layanan kesehatan ini sudah terlihat tua, rapuh dan tidak nyaman lagi untuk ditempati.

Walau demikian, keadaan ini tidak menyurutkan semangat bidan Leni yang telah 9 tahun bertugas dan bidan Elin yang sudah 6 tahun bertugas di Ipaya untuk melayani masyarat.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, ketika mengunjungi Ipaya untuk meresmikan Balai Kampung Yaraya, menyempatkan waktu mengunjungi pustu ini pada Rabu (23/10) kemarin.

“Saya harus sampaikan bahwa ini sangat sangat tidak layak sebagai sebuah pustu. Ini suda disampaikan ke dinas kesehatan beberapa tahun lalu waktu bupati berkunjung kesini. Saya kira sudah ditindaklanjuti namun sama sekali tidak,” ujar John Rettob dengan kesal.

Wabup meminta dinas kesehatan segera memperhatikan hal ini. Terkait dengan kondisi petugas kesehatan, Wabup John juga menegaskan agar instansi ini memberikan perhatian lebih kepada mereka.

“Kalau ada urusan ambil obat atau membawa pasien rujukan ke kota, mereka ini gunakan dana sendiri. Ini hal-hal yang tidak boleh terjadi. Dinas kesehatan harus datang dan melihat kondisi ini secara langsung,” tegasnya.

“Sangat disayangkan juga karena saya temukan disini banyak obat yang sudah kadaluarsa. Kenapa bisa expire? Ini kan daerah pedalaman. Tidak boleh terjadi hal seperti ini. Mereka melakukan pengadaan obat-obatan, yang sudah mau expire baru dikirim ke pedalaman. Bagaimana bisa seperti ini?” ujar John Rettob dengan geram

“Ini pernyataan sikap pemerintah, semua ini harus diperbaiki. Bukan hanya pustu di Ipaya, saya tidak tahu pustu di tempat lain, kondisinya pasti tidak jauh berbeda dengan disini. Kita belum lihat di tempat lain,” tegasnya.

Wabup John juga mengatakan bahwa saat ini telah dibangun satu pustu di Kampung Yaraya. Namun hingga saat ini tidak beroperasi karena tidak ada petugas kesehatan yang ditugaskan ke kampung ini.

“Saya sudah cek apa masalahnya. Bukan karena lahan warga belum dibayarkan tetapi dinas kesehatan tidak pernah kirim tenaga medis ke sini. Kalau itupun masalahnya, ya kita harus sikapi jangan biarkan seperti ini terus. Saya sudah klarifikasi hal ini dan bukan itu masalahnya. Pihak distrik dan petugas kesehatan juga sudah sering laporkan hal ini tetapi sampai sekarang kondisinya terus begini,” sesalnya.

Dibaca 118 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik