Dinkes Papua Bersama Komisi V Bicarakan Berbagai Hal Penting | Pasific Pos.com

| 15 November, 2019 |

Kepala Dinas Kesehatan Papua, Aloysius Giyai (Foto Tiara). Kepala Dinas Kesehatan Papua, Aloysius Giyai (Foto Tiara).

Dinkes Papua Bersama Komisi V Bicarakan Berbagai Hal Penting

Pendidikan & Kesehatan Penulis  Rabu, 23 Oktober 2019 12:04 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Aloysius Giyai : Jangan Hanya Konsentrasi ke PON Tapi Abaikan Pelayanan Rutin Kesehatan


Jayapura, - Kepala Dinas Kesehatan Papua, Aloysius Giyai mengatakan, jika pihaknya telah melakukan rapat tertutup bersama Komisi V DPR Papua untuk membicarakan berbagai hal penting.

"Dalam rapat itu, kami bicara terkait RSUD Dok II dan Kesehatan. Hanya Komisi V lebih pada meminta pemisahan antara pagu anggaran, dan antara pelayanan rutin kesehatan masyarakat dengan pesiapan untuk PON. Jangan sampai kita konsentrasi pada PON tapi kita mengabaikan pelayanan rutin kesehatan masyarakat," kata Aloysius Giyai kepada Wartawan usai rapat bersama Komisi V DPR Papua di Ruang Banggar DPR Papua, Selasa (22/10/19).

Namun kata Aloysius, Komisi V bidang kesehatan mengapresiasi, karena tidak ada masalah kesehatan yang menonjol dan resposn emergency Dinkes. Misalnya saat terjadi insiden di Jayapura dan Wamena.  

"Kalau kami, meski tidak diperintahkan kami akan laksanakan. Satu hal lagi itu kami bahas mengenai wilayah intergrasi KPS dan BPJS.  Jadi semua komisi V menghendaki KPS tidak boleh dihilangkan karena masih banyak masyarakat asli Papua tidak memiliki kartu kepesertaan BPJS," jelasnya.

Bahkan, kata Aloysius Giyai, pihaknya juga menyampaikan jika integrasi KPS dan BPJS tetap dilaksanakan tapi jaminan kesehatan untuk OAP tidak bisa dihilangkan begitu saja. Tapi itu akan dilakukan bertahap.

"Jadi tdak bisa langsung. Karena Papua tidak bisa disamakan dengan daerah lain soalnya masih banyak masyarakat Papua di gunung, di pantai, di pesisir, dan di kepulauan belum memiliki E-KTP," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Aloysius, Dinkes Papua juga menyampaikan mengenai master plan RSUD Dok II baru, dan Komisi V mendukung penuh. Dinkes Papua diminta presentasikan dalam lingkup lebih luas.

"Dalam rapat, tadi juga kami sampaikan mengenai tinggal selangkah lagi Papua capai imunisasi PIN Polio 95 persen. Sekarang masih 93 persen. Tapi mayoritasnya belum lakukan PIN Polio di Nduga. Sehingga Nduga masih di bawah 20 persen. Ini mempengaruhi akumulasi secara keseluruhan. Kalau Nduga bisa naik bisa capai 100 persen," imbuhnya. (TIARA)

Dibaca 41 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.