Wabup: Tugas Pendamping Tidak Mudah | Pasific Pos.com

| 19 January, 2020 |

Wakil Bupati Merauke, Sularso, SE saat menyematkan tanda peserta (foto:iis) Wakil Bupati Merauke, Sularso, SE saat menyematkan tanda peserta (foto:iis)

Wabup: Tugas Pendamping Tidak Mudah

Papua Selatan Penulis  Senin, 21 Oktober 2019 11:36 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Wakil Bupati Merauke, Sularso, SE mengemukakan bahwa tugas seorang tenaga pendamping tidak mudah ditambah lagi dengan angka kemiskinan yang cukup tinggi sehingga butuh kerja keras untuk menurunkan angka kemiskinan itu. Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program pemerintah untuk memangkas angka kemiskinan. “Oleh sebab itu tenaga pendamping bukan hanya mendorong dalam hal kualitas manusianya saja namun harus mampu memberikan pandangan kepada keluarga-keluarga tersebut,”ujarnya di hadapan peserta diklat P2K2 di Coreinn Hotel belum lama ini.

Masyarakat Merauke masih sangat mengharapkan kegiatan-kegiatan dari pihak kementerian maupun kegiatan-kegiatan setingkat Provinsi Papua karena secara tidak langsung dapat mendorong untuk bersama-sama meningkatkan SDM yang ada. Oleh sebab itu pihaknya menyampaikan terima kasih karena selama ini Kabupaten Merauke telah dipercayakan oleh kementerian maupun provinsi sebagai tempat berbagai macam kegiatan terutama yang menyangkut percepatan pembangunan di Provinsi Papua.

“Harapan ini juga menjadi harapan masyarakat kita karena di Kabupaten Merauke khusus dari sisi produktifitas masyarakatnya relatif tinggi. Baik di sector pertanian, perikanan maupun perkebunan yang luar biasa dan semua ini menjadi motivasi bagi kita untuk mengangkat potensi yang dimiliki demi kesejahteraan keluarga dan masyarakat,”jelas Wabup. Sekedar diketahui, diklat tersebut bertujuan untuk menjalin koordinasi dalam penyelenggaraan PKH di Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara dan standarisasi kompetensi SDM untuk melakukan pendampingan kepada saudara-saudara yang kurang beruntung.
Selain itu sarana peningkatan ketrampilan dalam pelaksanaan tugas-tugas pelayanan dan pembangunan kesejahteraan sosial. Para pendamping tersebut sebenarnya sudah banyak belajar melalui online dan diklat P2K2 yang dilaksanakan hanya untuk memperkuat pengetahuan yang sudah mereka dapatkan. Jadi dapat dipastikan bahwa mereka benar-benar siap dan komit untuk turun ke masyarakat.

Sementara itu Kepala Badan Pendidikan, Penelitian dan Penyuluhan Sosial Kementerian Sosial, Prof. Dr.Sahabudin, M.Si mengemukakan bahwa tujuan dari diklat adalah terwujudnya koordinasi dan sinkronisasi penyelenggaraan PKH. Sebab kata-kata koordinasi terkesan mudah diucapkan namun pelaksanaannya sulit. Oleh sebab itu tenaga pendamping dari empat kabupaten, yakni Merauke, Asmat, Boven Digoel dan Mappi diharapkan mampu menghasilkan sebuah project perubahan.

Dalam hal ini dapat melakukan pendekatan dan membina hubungan yang baik selama melakukan pendampingan dengan berbagai cara. Jangan hanya saat pada pencairan baru keluarga-keluarga tersebut dihubungi. Jadi dapat dilakukan dengan cara coffee morning, senam pagi bersama atau melalui kegiatan-kegiatan bersifat keagamaan sebagai wadah untuk silaturahmi dan mendiskusikan sejumlah hal penting untuk ditindak lanjuti. “Jaga integritas dan kredibilitas anda sehingga dapat semakin menumbuhkan kepercayaan, lakukan yang terbaik dan jaga amanah yang sudah diberikan oleh Tuhan kepada kita sebagai keluarga besar Kemensos,”pungkasnya.

Dibaca 79 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik