Komisi II DPR Papua Ingatkan KAPP Fokus Pada Tujuannya, Jangan Hanya Kejar Proyek | Pasific Pos.com

| 15 November, 2019 |

Ketua Komisi II DPR Papua, Herlin Beatrix Monim, SE didampingi Anggota Komisi II, Jhon NR Gobai dan Anggota Komisi I, Yonas Alfons Nussy, saat melakukan hering dialog, di Halaman Gereja Paulus Dok V Atas, Kota Jayapura, akhir pekan kemarin. (Foto Tiara). Ketua Komisi II DPR Papua, Herlin Beatrix Monim, SE didampingi Anggota Komisi II, Jhon NR Gobai dan Anggota Komisi I, Yonas Alfons Nussy, saat melakukan hering dialog, di Halaman Gereja Paulus Dok V Atas, Kota Jayapura, akhir pekan kemarin. (Foto Tiara).

Komisi II DPR Papua Ingatkan KAPP Fokus Pada Tujuannya, Jangan Hanya Kejar Proyek

Sosial & Politik Penulis  Senin, 21 Oktober 2019 11:20 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

Jayapura, - Komisi II DPR Papua bidang Perekonomian mengingatkan pengurus Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) harus fokus melakukan pembinaan ekonomi berbasis kerakyatan, sesuai fungsi utamannya, dan tidak hanya sekedar mengejar proyek infrastruktur saja.

Hal itu ditegaskan Ketua Komisi II DPR Papua, Herlin Beatrix Monim, SE disampingi Anggota Komisi II DPR Papua, John NR Gobai dan Anggota Komisi I DPR Papua, Yonas Alfons Nussy saat melakukan Hearing Komisi II DPR Papua nersama KAPP dan puluhan masyarakat pelaku ekonomi di Halaman Gereja Paulus Dok V Atas, Kota Jayapura, akhir pekan kemarin.

“Jadi fungsi utama KAPP itu mereka harus membina dan mengembangkan dan menyalurkan aspirasi dari kelompok-kelompok pelaku usaha yang berbasis ekonomi kerakyatan. Sehingga KAPP harus mengembalikan fungsi itu, bukan hanya kejar proyek fisik saja,” tegas Beatrix Monim, sapaan akrab Politisi Partai NasDem itu.

Apalagi, lanjut Beatrix Monim, jika dilihat dari Pergub dan perdasusnya sudah diatur karena di Pergub juga sudah mengatur itu bahwa fungsi tujuannya yaitu, mengembalikan posisi pada sebenarnya.

Oleh karena itu, kata Herlin Monim, KAPP harus membina dan mengembangkan pelaku-pelaku usaha khususnya orang asli Papua, terutama dalam usaha ekonomi berbasis kerakyatan orang asli Papua.

“Jadi harus diingat, kalau berbasis kerakyatan kontraktor bukan satu bidang saja. Jangan hanya kontraktor saja, kalau dia hanya kejar itu, berarti dia sudah lari dari yang sebenarnya. Makanya, kami harap KAPP harus memainkan peran dibidang usaha ekonomi kerakyatan,” tekannya.

Menurutnya, meskipun ada Asosiasi lain yang bergerak di bidang kontraktor, tapi mereka juga akan memainkan perannya. Padahal, jika dilihat banyak peluang di bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan kehutanan serta lainnya.

Namun pihaknya berharap KAPP yang sekarang ini, bisa berjalan sesuai dengan fungsi dan tujuan dari pada KAPP itu sendiri. Apalagi, KAPP merupakan asosiasi nirlaba, bukan mencari keuntungan, tapi dia membina dan menyalurkan aspirasi dari anggotanya.

Legislator Papua ini pun menyarankan agar KAPP berperan untuk melakukan kerjasama dengan perbankan, termasuk pelatihan terhadap anggotanya, juga termasuk dengan Jamkrida untuk akses perbankan.

“Supaya penyalurannya juga harus jelas karena jika suatu saat ada pemberian bantuan atau pengembangan dana hibah kepada KAPP, itu juga harus jelas. Jadi, jangan karena kita ada kepentingan lalu membuat organisasi, tapi nanti salah difungsikan, lalu kemudian membentuk asosiasi baru lagi, dan akhirnya tidak jelas juga,” ujarnya.

Dijelaskan, itulah tujuan hearing dialog Komisi II DPR Papua hari ini, duduk bersama KAPP, dan DPR Papua mencoba memfasilitasi dengan perbankan.

"Ini supaya memperpendek jalur perkerditan, karena selama ini ya memang menjadi kendala kita dalam mengurus kredit-kredit kecil ini," jelasnya.

Namun diakui, masih banyak keluhan soal pendanaan akses permodalan. Padahal kata Herlin Monim, selama ini diketahui ada penyertaan modal pemerintah kepada bank, khususnya Bank Papua.

"Nah, akses penyertaan modal inikan harus diikut sertakan dengan pemanfaatannya bagi masyarakat, terutama para pelaku usaha ekonomi," tandasnya.

Herlin Monim menambahkan, tapi yang paling penting adalah pelaku usaha ekonomi berbasis kerakyatan. Mereka ini yang harus merasakan manfaatnya itu. (TIARA)

Dibaca 54 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX