Resmi Dapat Legitimasi, Fokus Bentuk KBIH | Pasific Pos.com

| 21 November, 2019 |

Pimpinan Pondok Pesantren Al Munawaroh, Ustad Abdul Kadir Arif, S.Ag (foto:iis) Pimpinan Pondok Pesantren Al Munawaroh, Ustad Abdul Kadir Arif, S.Ag (foto:iis)

Resmi Dapat Legitimasi, Fokus Bentuk KBIH

Papua Selatan Penulis  Sabtu, 19 Oktober 2019 21:28 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Pimpinan Pondok Pesantren Al Munawaroh, Ustad Abdul Kadir Arif, S.Ag mengemukakan, setelah dirinya mendapatkan legitimasi secara resmi dari pemerintah untuk dapat melaksanakan bimbingan haji dan umroh maka pihaknya berencana membuka satu lembaga yang bermitra dengan Kementerian Agama dalam hal ini melalui Bimas Urusan Haji yang disebut Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Melalui lembaga ini pihaknya akan membimbing calon jamaah haji dan umroh, baik praktek maupun teori.

Menurutnya, selama ini teori masih lebih dominan diberikan padahal akan lebih maksimal jika ditunjang dengan pelaksanaan praktek secara langsung. Oleh sebab itu setelah KBIH dibentuk ditambah legitimasi dari kementerian berupa sertifikasi maka akan semakin memperkuat pihaknya untuk melakukan yang terbaik bagi para calon haji dan umroh. Sebenarnya ini merupakan legitimasi dari pemerintah khususnya dari Kementerian Agama mengingat tidak semua orang bisa memberikan bimbingan manasik haji maupun umroh meskipun untuk ilmu mereka juga sudah menguasai. Jadi pemerintah memberikan regulasi peraturan undang-undang terkait soal pembimbing ibadah haji dan umroh.

“Alhamdulilah saya sudah mendapatkan legitimasi itu. Jadi legitimasi ini semacam SIM bagi kita dimana ada rambu-rambu dan ketentuan yang harus dipedomani. Ketika bukti secara hukum sudah kita pegang, insyaallah akan jauh lebih baik dan dapat lebih meyakinkan para calon jamaah untuk melaksanakan haji dan umroh,”jelasnya kepada ARAFURA News di aula Rumah Makan Sederhana belum lama ini. Lebih lanjut ia menjelaskan, jika semua rencana tersebut terealisasi nanti maka untuk menunjang pelaksanaan praktek, pihaknya akan melengkapi seluruh alat peraga yang dibutuhkan, termasuk miniatur Kabah, tempat melontar jumroh, sa’i dan lain sebagainya. Dengan demikian para calon jamaah yang belum pernah ke tanah suci akan jauh lebih memahami dibandingkan jika hanya mengandalkan teori saja.

Dibaca 44 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX