Taman Nasional Wasur Dinilai Cocok Untuk Lepaskan Satwa Liar | Pasific Pos.com

| 7 December, 2019 |

Kepala BTN, Yarman, S.Hut Bersama Kepala KSDA Merauke, Irwan Effendi saat menunjukkan satwa yang hendak dilepas (foto:iis) Kepala BTN, Yarman, S.Hut Bersama Kepala KSDA Merauke, Irwan Effendi saat menunjukkan satwa yang hendak dilepas (foto:iis)

Taman Nasional Wasur Dinilai Cocok Untuk Lepaskan Satwa Liar

Papua Selatan Penulis  Jumat, 18 Oktober 2019 14:22 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Penyidik Gakkum LHK Wilayah Papua Seksi Wilayah III Jayapura bersama-sama BTN, Bidang KSDA Wilayah 1 Merauke melepasliarkan barang bukti satwa liar yang dilindungi hasil tangkap tangan di Merauke belum lama ini. Pelepasan disaksikan pihak Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Balai Karantina Pertanian dan Polres Merauke bertempat di Kantor BTN Wasur. Kepala BTN, Yarman, S.Hut dalam jumpa pers mengemukakan bahwa pelepasliaran satwa tersebut adalah hasil sitaan dari operasi gabungan pada 14 September 2019 lalu dan dilepaskan di Taman Nasional Wasur (TNW).

Adapun alasan dipilihnya TNW karena merupakan habitat dari satwa-satwa tersebut dan dinilai lebih aman jika dibandingkan tempat-tempat yang lain. Selain itu letaknya cukup jauh dari pemukiman warga dan banyak tersedia pakan yang dibutuhkan oleh satwa tersebut. Tentunya semua sudah melalui tahapan survey oleh pihak yang terkait. Sementara itu Kasi Gakum Jayapura, Fredrik Tumbel menyampaikan bahwa satwa yang dilepas awalnya terdiri dari 24 burung kasturi, 6 ekor bayan dan 1 cenderawasih. Namun 3 kasturi telah mati sehingga jumlahnya menjadi berkurang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan surat keterangan pemeriksaan kesehatan hewan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke, semua hewan dinyatakan sehat dan layak untuk dilepaskan ke habitat alamnya. Selain itu satwa yang dilepaskan masih memiliki sifat liar atau memiliki gen yang masih murni sehingga mampu bertahan di habitatnya dan tidak memiliki penyakit menular. Landasan yuridis pelepasan satwa liar terdapat pada penjelasan pasal 53 ayat (3) PP tahun 2004 tentang perlindungan hutan bahwa satwa liar yang dilindungi maupun tidak dilindungi undang-undang hasil sitaan, rampasan dan temuan dapat dilakukan tindakan berupa pengembalian ke alam, dititipkan pada lembaga konservasi atau badan usaha yang bergerak di bidang konservasi yang dianggap mampu serta dimusnahkan dengan ijin pejabat yang berwenang.

Dibaca 56 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX