Presiden Disarankan Jangan Asal Terima Kelompok Yang Mengatasnamakan Orang Papua | Pasific Pos.com

| 22 November, 2019 |

Emus Gwijangge Emus Gwijangge

Presiden Disarankan Jangan Asal Terima Kelompok Yang Mengatasnamakan Orang Papua

Headline Penulis  Kamis, 17 Oktober 2019 00:11 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

Jayapura, - Aggota Komisi I DPR Papua Emus Gwinjangge menyarankan Presiden RI Joko Widodo jangan asal menerima kelompok orang yang datang ke istana merdeka dengan mengatasnamakan orang Papua.

Apalagi kata Emus, dengan memanfaatkan situasi Papua setelah kasus Rasisme yang terjadi di Malang dan Surabaya, yang dampaknya terjadi insiden di beberapa tempat yang ada di Papua maupun Papua barat.

"Situasi ini juga banyak orang yang memanfaatkan, sehingga akhir-akhir ini ada kelompok-kelompok yang mengatasnamakan rakyat Papua maupun panguyuban dan juga Mahasiswa untuk bertemu dengan Presiden," kata Emus Gwijangge kepada Wartawan ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (16/10/19).

Oleh karena itu Politisi Partai Demokrat itu menyarankan kepada kelompok orang-orang yang mengatasnamakan Papua tidak usah lagi ketemu Presiden.

"Tujuan ketemu dengan Presiden juga untuk apa jika hanya punya kepentingan lain dan semata-mata bukan untuk membangun Papua, "imbuhnya.

Menurutnya, hal yang perlu di ketahui sekarang ini orang Papua bukan minta makan, pemekaran ataupun istana ke Pemerintah Pusat, yang mereka minta adalah bagaimana untuk meluruskan sejarah Papua, dalam hal ini dialog dengan pihak Jakarta, Papua dan pihak ketiga untuk duduk bersama dalam menyelesaikan masalah ini.

"Jadi Pesiden juga jangan asal terimah kelompok-kelompok orang yang mengatasnamakan orang Papua. Kalau boleh pangil pemerintah setempat karena mereka adalah perpanjangan tangan dari Pemerintah Pusat sendiri," tandas Emus.

Selain itu, legislator Papua ini juga meminta panguyuban-panguyuban jangan mencampuri masalah Papua. Sebab masalah Papua biar orang Papua yang berbicara.

"Anda cukup datang dan nikmati di tanah kami ini tapi untuk persoalan-persoalan mendasar tentang Papua anda diharapkan diam dan tenang," tegas Emus.

Emus menambahkan, intinya Pemerintah Pusat harus melihat ini dengan jeli untuk bagimana dapat menyelasaikan masalah di Papua.

"Lalu kenapa masalah di Aceh bisa diselesaikan, tapi kenapa Papua tidak bisa," ketusnya. (TARA)

Dibaca 189 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.