27 Tersangka Kerusuhan Di Jayapura Diserahkan Kepada Kejaksaan | Pasific Pos.com

| 7 December, 2019 |

para tersangka saat digiring ke  dalam mobil tahanan Mapolda Papua untuk di serahkan kepada kejaksaan tinggi Papua setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P21) para tersangka saat digiring ke dalam mobil tahanan Mapolda Papua untuk di serahkan kepada kejaksaan tinggi Papua setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P21)

27 Tersangka Kerusuhan Di Jayapura Diserahkan Kepada Kejaksaan

Kriminal Penulis  Rabu, 16 Oktober 2019 23:52 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA - Setelah dinyatakan lengkap berkas perkara, 27 tersangka kasus kerusuhan di Kota Jayapura dilimpahkan Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua kepada kejaksaan Tinggi Papua, Rabu (16/10) pagi.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menerangkan tahap II itu dilaksanakan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P-21) oleh kejaksaan Tinggi Papua berdasarkan surat nomor B-208/R.1.4/ Eku.1/10/2019 tanggal 7.

"Pihak kepolisian telah menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Papua, dengan demikian maka 27 tersangka segera menjalani proses persidangan atas kasus hukum yang menjeratnya," ungkap Kabid, saat memberikan keterangan di Mapolda Papua, Rabu (16/10) sore.

Kata Kabid, ke 27 tersangka itu dijerat pasal 160 KUHP, pasal 170, 365, pasal 64 KUHP dan undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 terkait pengerusakan, pembakaran fasilitas umum, pribadi maupun fasilitas pemerintah serta melakukan tindakan pencurian dan kekerasan, termaksud perbuatan atau melakukan kejahatan lebih dari satu orang atau bersama-sama.

Data yang dihimpun ke 27 tersangka itu masing-masing berinisial DH, RK, DK, IH YMM, JW, EH, MA, AT, YL, ALM, AA, RT, PW,FE, PK, PM, FY, YA, YW, MH, OH, RR, LB, LN, WW, dan YPS.

Diketahui, unjuk rasa tolak rasisme mahasiswa di Kota Jayapura, 29 Agustus lalu, berujung rusuh. Massa melakukan perusakan serta pembakaran fasilitas pemerintah, fasilitas umum maupun rumah warga hingga kendaraan bermotor.

Aksi massa menimbulkan situasi Kota Jayapura mencekam. Aktifitas perekonomian, perbankan maupun pemerintahan lumpuh. Bahkan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memblokir layanan data internet di wilayah Papua hingga 13 September lalu.

Cap : para tersangka saat digiring ke dalam mobil tahanan Mapolda Papua untuk di serahkan kepada kejaksaan tinggi Papua setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P21)27 Tersangka Kerusuhan Di Jayapura Diserahkan Kepada Kejaksaan

JAYAPURA - Setelah dinyatakan lengkap berkas perkara, 27 tersangka kasus kerusuhan di Kota Jayapura dilimpahkan Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua kepada kejaksaan Tinggi Papua, Rabu (16/10) pagi.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menerangkan tahap II itu dilaksanakan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P-21) oleh kejaksaan Tinggi Papua berdasarkan surat nomor B-208/R.1.4/ Eku.1/10/2019 tanggal 7.

"Pihak kepolisian telah menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Papua, dengan demikian maka 27 tersangka segera menjalani proses persidangan atas kasus hukum yang menjeratnya," ungkap Kabid, saat memberikan keterangan di Mapolda Papua, Rabu (16/10) sore.

Kata Kabid, ke 27 tersangka itu dijerat pasal 160 KUHP, pasal 170, 365, pasal 64 KUHP dan undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 terkait pengerusakan, pembakaran fasilitas umum, pribadi maupun fasilitas pemerintah serta melakukan tindakan pencurian dan kekerasan, termaksud perbuatan atau melakukan kejahatan lebih dari satu orang atau bersama-sama.

Data yang dihimpun ke 27 tersangka itu masing-masing berinisial DH, RK, DK, IH YMM, JW, EH, MA, AT, YL, ALM, AA, RT, PW,FE, PK, PM, FY, YA, YW, MH, OH, RR, LB, LN, WW, dan YPS.

Diketahui, unjuk rasa tolak rasisme mahasiswa di Kota Jayapura, 29 Agustus lalu, berujung rusuh. Massa melakukan perusakan serta pembakaran fasilitas pemerintah, fasilitas umum maupun rumah warga hingga kendaraan bermotor.

Aksi massa menimbulkan situasi Kota Jayapura mencekam. Aktifitas perekonomian, perbankan maupun pemerintahan lumpuh. Bahkan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memblokir layanan data internet di wilayah Papua hingga 13 September lalu.

Dibaca 66 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX