Bahas Penyerapan Beras Petani, ‘Sulaeman Hamzah Gelar Koordinasi Dengan Pihak Terkait’ | Pasific Pos.com

| 17 November, 2019 |

Pertemuan Anggota DPR RI Fraksi Nasdem, H. Sulaeman L.Hamzah dengan pihak terkait (foto:iis) Pertemuan Anggota DPR RI Fraksi Nasdem, H. Sulaeman L.Hamzah dengan pihak terkait (foto:iis)

Bahas Penyerapan Beras Petani, ‘Sulaeman Hamzah Gelar Koordinasi Dengan Pihak Terkait’

Papua Selatan Penulis  Selasa, 15 Oktober 2019 12:28 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Anggota DPR RI Fraksi Nasdem, H. Sulaeman L.Hamzah benar-benar sosok wakil rakyat yang sangat memperhatikan masyarakat sehingga langsung bergerak cepat dalam menanggapi masukan dan keluh kesah yang disampaikan. Tidak ingin membuang-buang waktu dan hanya memberikan janji, Sulaeman langsung melakukan upaya-upaya sehingga masalah dapat teratasi dengan segera. Termasuk masalah penyerapan beras petani yang banyak dikeluhkan sehingga begitu tiba kembali di Kota Rusa, ia langsung menggelar pertemuan dengan pihak terkait guna berkoordinasi tentang penyerapan beras tersebut.

Adapun sejumlah pihak yang diundang antara lain Bulog Provinsi, Bulog Merauke, petani, Dinas Pertanian hingga pimpinan daerah di kawasan selatan. Pertemuan tersebut berlangsung di Swiss-Belhotel Merauke Senin lalu dan turut dihadiri oleh beberapa pejabat penting daerah antara lain Kepala Perum Bulog Merauke, Kabag Perekda Setda Merauke, Sekda Mappi, Wakil Bupati Boven Digoel, Kepala Dinas Pertanian Merauke, Bupati Asmat serta sejumlah perwakilan petani dan pengusaha lainnya.

Dalam kesempatan itu Sulaeman menyampaikan bahwa dirinya mengambil inisiatif mengundang stake holder yang ada terkait dengan aspirasi masyarakat yang sudah disampaikan kepadanya sebagai wakil rakyat khususnya Dapil Papua. Persoalan ini juga sudah ia sampaikan di tingkat pusat dalam sebuah rapat resmi komisi bersama Kementeriann Petanian, Dirut Bulog dan sejumlah mitra lainnya. “Masalah penyerapan beras nampaknya cukup serius dihadapi oleh masyarakat kita. Sebab petani diminta agar produksi dapat ditingkatkan guna memenuhi kebutuhan namun menghadapi kesulitan dalam hal pemasaran. Akhirnya berdampak kepada petani dimana mereka juga mempunyai tanggungan dengan pihak bank,”ujarnya. Ia menambahkan, ketika beberapa waktu lalu petani mengalami permasalahan pupuk, pihaknya juga sudah menyelesaikan. Saat itu bersama dengan dinas terkait pihaknya memfasilitasi pertemuan dengan produsen pupuk sehingga dapat ditemukan solusi.

Sementara itu Kabag Perekda Setda Kabupaten Merauke, M.Imam Santoso menyampaikan bahwa pada dasarnya beras petani sangat disuport oleh Pemda sehingga begitu permasalahan awal muncul, langsung dilakukan rapat khusus dengan pihak Kasub dan para mitra. Diakui bahwa masyarakat petani memang membutuhkan bukti soal penyerapan ini dan semua sudah dijelaskan secara mendetil oleh pemerintah mengingat petani juga mempunyai tanggung jawab yang harus dipenuhi kepada bank.

Pemda Merauke juga sudah memiliki rencana jangka panjang untuk dapat membantu menyelesaikan masalah ini, di antaranya cakupan pemasaran ke daerah lain. Sedangkan untuk jangka pendek, pemerintah tengah berupaya menyediakan gudang dengan kapasitas hingga 3.000 ton. Selain itu Pemda juga sudah mempunyai BUMD Aneka Usaha yang khusus mengurus tentang tata kelola beras dan lain sebagainya. Pada kesempatan yang sama, Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos mengemukakan bahwa di wilayah Asmat sendiri hingga saat ini untuk kebutuhan beras masih berjalan dengan normal sehingga tidak pernah ada keluhan yang sifatnya signifikan. “Namun sekarang yang mengalami kelebihan stok adalah Kabupaten Merauke dan hal ini menjadi persoalan kita bersama. Sebab Merauke sebagai daerah penghasil dan perlu dilihat secara bersama mengenai pemasarannya. Tidak hanya itu, masalah harga juga perlu menjadi perhatian sehingga dapat dijangkau masyarakat,”jelasnya.

Dibaca 63 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.