Kontingen KTNA Merauke Siap Bertolak Ke Jayapura | Pasific Pos.com

| 20 November, 2019 |

Bupati saat menyematkan tanda peserta (foto:iis) Bupati saat menyematkan tanda peserta (foto:iis)

Kontingen KTNA Merauke Siap Bertolak Ke Jayapura

Papua Selatan Penulis  Minggu, 13 Oktober 2019 23:19 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Kontingen Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Merauke siap bertolak ke Jayapura untuk mengikuti Pekan Daerah yang ketujuh tahun 2019 ini. Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari Pekan Daerah KTNA tahun 2016 lalu yang merupakan wahana bagi para petani dan nelayan untuk melakukan konsolidasi pengembangan diri, tukar menukar informasi, apresiasi, kemitraan dan promosi hasil pertanian, perikanan dan kehutanan yang diselenggarakan secara berkelanjutan.

Ketua KTNA Kabupaten Merauke, Slamet Purwadi dalam acara pelepasan kontingen oleh bupati di auditorium kantor bupati Jumat lalu menyampaikan bahwa hasil rembuk KTNA di Timika tahun 2016 telah menyepakati bahwa Pekan Daerah ketujuh akan dilaksanakan di Jayawijaya namun karena suatu hal maka dialihkan ke Jayapura. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan motivasi, kegairahan, kemandirian petani nelayan dan petani hutan maupun masyarakat pelaku agribisnis dalam pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan dan berkelanjutan melalui kemitraan yang saling menguntungkan.

Adapun tema Pekan Daerah ketujuh khusus untuk kontingen Merauke yaitu “Terwujudnya KTNA yang kuat, tangguh dan mandiri” kegiatan akan berlangsung pada 16-18 Oktober di gedung LPMP Kotaraja dan peserta yang dilibatkan antara lain pemuda tani, petani, nelayan, wanita tani nelayan dan pengurus KTNA itu sendiri. Sementara itu Bupati Merauke, Frederikus Gebze dalam sambutannya mengemukakan bahwa para petani, nelayan dan pemerhati bidang pertanian betul-betul telah mendharmaktikan dan berdedikasi untuk menadah sang surya dari jam 6 pagi hingga 12 siang sehingga menghasilkan padi yang menguning di tengah hamparan tanah datar dan ikan melimpah.

Yang menjadi khusus adalah adanya transfer knowlegde dari saudara-saudara para transmigran yang datang sejak tahun 1980 silam. Menurutnya, orang Papua sudah bekerja keras sejak dulu ketika melakukan aktifitas berburu dan ini menunjukkan bahwa proses alamiah tengah berlangsung. “Kita hidup di tanah datar dan semua tersedia bagi kita, tidak ada yang kurang. Dengan kondisi seperti ini maka Kabupaten Merauke terus menghasilkan. Namun jika hanya terpusat di sawah dan ladang saja maka siapa yang akan melihat hasilnya. Oleh sebab itu muncullah satu rembuk, temu atau acara yang menunjukkan keahlian dan kemampuan dari para petani,”terang bupati.

Dibaca 63 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX