Guru Diminta Didik Anak Hindari Bahaya Peyakit Sosial | Pasific Pos.com

| 17 November, 2019 |

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si sedang berbincang dengan anggota DPRD Kabupaten Jayapura. Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si sedang berbincang dengan anggota DPRD Kabupaten Jayapura.

Guru Diminta Didik Anak Hindari Bahaya Peyakit Sosial

Pendidikan & Kesehatan Penulis  Minggu, 13 Oktober 2019 22:38 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI – Para guru yang bertugas di seluruh wilayah Kabupaten Jayapura, baik guru TK, SD dan SMP terutama para kepala sekolah diminta untuk didik anak-anak murid menghindari bahaya penyakit sosial yang sedang merajalela di lingkungan masing-masing.

Permintaan tersebut disampaikan, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si dalam sambutannya saat melantik 200 lebih kepada sekolah, guru kelas dan pengawas pendidikan di lingkup Pemerintah Kabupaten Jayapura, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura Gunung Merah Sentani, Jumaat (11/10) pagi.

Dirinya mengakui, Kabupaten Jayapura termasuk salah satu kabupaten/kota di Papua yang sedang menghadapi ancaman bahaya penyakit sosial. Narkoba, seks bebas, miras, tidak menghormati orang yanglebih tua, mengikuti keinginan sendiri dan sejumlah permasalahan sosial lainnya sedang mengintai kehidupan anak-anak.

Sebab itu, Awoitauw menandaskan, tidak ada alasana lagi untuk mengelak dan menyatakan bahwa persoalan penyakit sosial menjadi tanggungjawab satu pihak. namun idealnya harus menjadi tanggungjawab semua pihak termasuk sekolah.

“Dinamika sosial kemasyarakatan di Papua akhir-akhirnya ini mempertontongkan betapa kerasnya anak-anak yang terlibat dengan berbagai kegiatan yang kemudian berpotensi mengancam dirinya sendiri tetapi juga orang lain,” sebutnya.

Untuk itu, semua pihak di daerah ini hendakya mengambil peran serta penuh membimbing anak-anak dengan hal-hal positiv yang bermanfaat untuk pengembangan diri anak. Tidak dibenarkan, membiarkan anak tumbuh dengan kemauan sendiri dan akhirnya akan terjurus dalam perbuatan dan tindakan yang merugikan diri sendiri.

Menurutnya, di tingkat pendidikan dasar yakni dimulai dari TK, SD, SMP, para guru dapat mengajarkan tentang tananan kehidupan bersosial dan bermasyarakat yang baik. Dengan demikian, anak mampu menyatakan tidak pada pengaruh-pengaruh penyakit sosial.

“Anak-anak murid di sekolah boleh diajarkan tentang bahaya-bahaya penyakit sosial, semakin banyak anak mengetahui tentang bahayanya maka anak akan berupaya menghindari diri dari pengaruh teman dan lingkungan yang sarat dengan penyakit sosial,” tandasnya.

Ditambahkan, Pemerintah Kabupaten Jayapura sangat mengharapkan dukungan dari semua komponen masyarakat termasuk para guru-guru di sekolah untuk menyatakan peran terhadap penyakit sosial yang sedang mengancam masa depan generasi muda.

Dibaca 53 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.