LSM Papua Bangkit Harap NasDem Tidak Memasung Demokrasi | Pasific Pos.com

| 15 November, 2019 |

Ketua LSM Papua Bangkit, Hengky Jokhu Ketua LSM Papua Bangkit, Hengky Jokhu

LSM Papua Bangkit Harap NasDem Tidak Memasung Demokrasi

Sosial & Politik Penulis  Minggu, 13 Oktober 2019 22:27 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Menanggapi isu terpilihnya Klemens Hamo sebagai Ketua DPRD Kabupaten Jayapura

 

SENTANI – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Papua Bangkit berharap supaya Partai NasDem tidak memasung demokrasi di Bumi Khenambai Umbay dengan menunjuk Ketua DPRD Kabupaten Jayapura berdasarkan kepentingan pribadi, kelompok, suku, ras dan agama tertentu.

“Biarlah demokrasi bertumbuh secara alamiah, dimana Caleg dengan suara terbanyak dari partai kursi terbanyak, didaulat menjadi ketua,” ujar Ketua LSM Papua Bangkit, Hengky Jokhu melalui pesan Whatsap yang di terima oleh media ini, menanggapi isu terpilihnya Klemens Hamo sebagai Ketua DPRD Kabupaten Jayapura Priode 2019-2024.

Dikatakan, terlepas dari intrik-intrik internal partai, idealnya partai Nasdem menyadari bahwa selaku partai masa depan kaum milenia, demokrasi tidak bisa dibangun atas dasar kepentingan pribadi, suku, ras, golongan atau agama.

“Saya dan juga para pemilih di Kabupaten Jayapura telah menyalurkan suara kepada wakil yang dipercaya dapat memimpin lembaga terhormat di Kabupaten Jayapura. Namun partai Nasdem tidak bijak dalam mengantisipasi suara masyarakat dengan menyiapkan Caleg yang bukan peraih suara terbanyak untuk menduduki kursi ketua dewan,” tandasnya

Dikatakan, dirinya memilih Caleg NasDem atas nama Cintya R. Talantan karena dirinya tahu bahwa yang bersangkutan memiliki integritas, kualitas, popularitas, intelektual, juga memiliki etika dan moral yang sangat terpuji serta yang bersangkutan telah memenuhi harapan suara kontistuennya.

“Sebagian besar pemilih memilih ibu Cintya adalah suara penduduk dari kampung-kampung yang tidak lagi percaya kepada Caleg Orang Asli Papua (OAP). Saya sebagai orang Papua menyalurkan pilihan saya pada Caleg non Papua, sesuai hati nurani saya,” pungkasnya.

Hengky menjelaskan kalau NasDem akhirnya memilih Caleg OAP atas nama Klemens Hamo itu hanya diuntungkan oleh situasi politik di Papua. Dari segi kualitas intelektual, kualitas etika dan kualitas moral, sangat jauh dari harapan.

Kondisi ini adalah realitas yang terlihat pada rata-rata elite politik di era Otsus. Eforia hak kesulungan OAP terlalu berlebihan, realitas tersebut justru secara sadar dan sistematis sedang memasung demokrasi.

“Idealnya seorang ketua lembaga legislatif hendaknya memiliki kualitas intelektual, etika dan moral lebih unggul dari rakyat yang di wakili,” ungkap Ketua LSM Papua Bangkit.

Jokhu menambahkan, Dengan terpilihnya Hamo, partai pemenang dengan kursi terbanyak di DPRD kabupaten Jayapura telah memasung dan membantai hak demokrasi dari konstituen pemilih terbanyak terhadap ibu Cintya sebagai anggota legislatif dengan suara terbanyak.

Dibaca 74 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX