P3A Diharap Dapat Berperan | Pasific Pos.com

| 20 November, 2019 |

Andreas Toni Pakpahan selaku narasumber dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR saat diwawancara (foto:iis) Andreas Toni Pakpahan selaku narasumber dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR saat diwawancara (foto:iis)

P3A Diharap Dapat Berperan

Papua Selatan Penulis  Sabtu, 05 Oktober 2019 13:55 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Andreas Toni Pakpahan selaku narasumber dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR saat memberikan materi pada kegiatan peningkatan kapasitas PTGA pada PPK Operasi dan pemeliharaan sumber daya air 1 di Coreinn Hotel belum lama ini mengemukakan bahwa dalam kegiatan tersebut pihaknya lebih menekankan pada peningkatan pemahaman dari Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) karena peserta yang diundang adalah perwakilan dari P3A yang memiliki tanggung jawab di jaringan irigasi tersier. Dalam hal ini pihaknya menekankan kepada mereka agar pengelolaan jaringan irigasi tersier dapat berjalan dengan baik. Seperti yang diketahui bahwa pengelolaan jaringan irigasi terbagi dua dimana untuk jaringan utama, primer dan skunder ditangani oleh pemerintah sedangkan untuk tersier ditangani oleh para petani yang tergabung dalam P3A.

“Jadi kita berkepentingan agar jaringan utama dan tersier memberikan sinergi yang maksimal. Jika pemerintah hanya fokus melakukan kegiatan pada jaringan utama namun tidak demikian halnya dengan yang jaringan tersier tentu tidak akan memberikan dampak yang positif. Namun jika kedua bersinergi maka akan memberikan dampak yang positif khususnya dalam hal produksi,”ujarnya kepada wartawan usai penutupan kegiatan. Ia menjelaskan, jika air yang ada dapat diberikan secara merata maka dampaknya, produksi yang ada akan meningkat. Dengan demikian ke depan, P3A dapat berpartisipasi bahkan tidak hanya di jaringan tersier tetapi juga di jaringan utama.

Misalnya saja mereka dapat melakukan pemeliharaan dalam bentuk pembersihan sampah dan pembabatan rumput karena kedua hal ini tidak membutuhkan keahlian khusus hanya butuh tenaga. “Untuk itu mereka kita harapkan bisa berpartisipasi sehingga keberlangsungan jaringan irigasi yang ada dapat berjalan secara terus menerus. Dengan demikian pemerintah juga akan terbantu dan kita bisa ikut menunjang ketahanan pangan serta swasembada,”jelasnya. Pelatihan ini akan dilakukan secara berkelanjutan sehingga dapat diketahui sejauh mana hasil yang diberikan setelah mereka mengikuti latihan dalam aktifitas sehari-hari. Selama ini partisipasi P3A diakui masih menghadapi kendala mengingat kemampuan masing-masing petani berbeda-beda. Oleh sebab itu perlu dilakukan upaya-upaya agar mereka dapat memahami hingga sampai pada satu titik kemampuan yang merata.

Dibaca 30 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.