Usulan Formasi CPNS 2019 di Papua Belum Dijawab Menpan RB | Pasific Pos.com

| 20 October, 2019 |

Nicolaus Wenda Nicolaus Wenda

Usulan Formasi CPNS 2019 di Papua Belum Dijawab Menpan RB

Headline Penulis  Jumat, 04 Oktober 2019 22:34 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA – Pemerintah berencana mengumumkan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 pada minggu keempat bulan Oktober. Kemudian dilanjutkan proses pendaftaran pada November dan proses seleksi administrasi pada Desember.

Sayangnya, Pemprov Papua belum menerima surat resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), terkait jadwal, tahapan maupun jumlah kouta perekrutan.

“Untuk usulan formasi kita sudah sampaikan kepada Menpan RB namun belum ada tanggapan. Juga untuk jumlah kuota yang kami ajukan khusus tingkat provinsi (di luar usulan kabupate dan kota) sebanyak 500-an orang untuk formasi 2019, belum ada jawaban. Sehingga kapan melakukan perekrutan CPNS kami masih menunggu petunjuk pusat,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Papua Nicolaus Wenda di Jayapura, Jumat (4/10/2019).

Disampaikan Nicolaus, untuk pengumuman hasil tes Formasi 2018 yang sampai saat ini masih menunggu petunjuk dari Kemenpan RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Kami juga belum tahu sejauh mana proses pemeriksaan hasil seleksi CPNS Formasi 2018. Apakah sudah selesai atau belum, kita masih tunggu dari pusat. Intinya belum belum ada jawaban sampai sekarang,” tegas ia.

Menyikapi hal itu, dia mengimbau para pelamar CPNS Formasi 2018 untuk bersabar menunggu terbitnya hasil seleksi dari kementerian terkait.

“Dan yang terpenting jangan sampai percaya dengan oknum yang menjanjikan kelolosan pada perekrutan CPNS Formasi 2018 dengan meminta imbalan dalam bentuk apa pun”.

“Tetap percaya kepada kemampuan diri sendiri, kemudian bagi yang belum lolos bisa mengadu peruntungan di formasi berikutnya,” tutup dia.

Dibaca 84 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.