OJK Melatih Anggota Jalasenastri Mengelola Keuangan Keluarga | Pasific Pos.com

| 20 October, 2019 |

Pelatihan pengelolaan keuangan keluarga yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI Papua dan Papua Barat. Pelatihan pengelolaan keuangan keluarga yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI Papua dan Papua Barat.

OJK Melatih Anggota Jalasenastri Mengelola Keuangan Keluarga

Ekonomi & Bisnis Penulis  Jumat, 04 Oktober 2019 11:33 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Papua dan Papua Barat melatih anggota Jalasenastri tentang pengelolaan keuangan keluarga.

Kepala OJK Papua dan Papua Barat, Adolf Simanjuntak mengatakan, pelatihan tersebut sejalan dengan target OJK pada tahun 2019 yaitu mengedukasi ibu rumah tangga melalui komunitas mereka agar lebih waspada terhadap penawaran investasi ilegal yang kian marak.

“Tawaran dari investasi ilegal ini tidak mengenal tingkatan, sehingga banyak yang menjadi korban, oleh karena itu OJK wajib melakukan sosialisasi ataupun edukasi kepada semua kalangan termasuk ibu-ibu rumah tangga melalui komunitas mereka tentang bahaya investasi ilegal,” jelas Adolf, di aula Batalyon Marinir, Kamis (3/10/2019).

Sementara itu, pada tahun ini, OJK telah gencar melakukan sosialisasi dan edukasi untuk semua kalangan mulai dari nelayan, pegawai negeri sipil hingga pelajar. OJK, kata Adolf, tidak sendiri dalam melakukan sosialisasi.

Pihaknya mengajak industri jasa keuangan seperti perbankan dan pasar modal untuk bersama mensosialisasikan cara aman berinvestasi dan mengelola keuangan dengan baik.

“Kami berharap pemahaman peserta sosialisasi tentang industri jasa keuangan dan pasar modal meningkat, paling tidak menambah pengalaman terlebih investasi di pasar modal yang siapapun boleh mengambil bagian menjadi investor,” ujarnya.

Kepala BEI Perwakilan Papua dan Papua Barat, Kresna Aditya Payokwa mengatakan, keterlibatan BEI di setiap kegiatan sosialisasi OJK sejalan dengan program pasar modal yakni konsen memberikan informasi kepada masyarakat tentang investasi yang aman.

“Sosialisasi ini penting kami lakukan agar semua kalangan termasuk ibu rumah tangga mendapatkan informasi tentang berinvestasi secara aman dan nyaman. Terlebih jumlah investor dari kalangan ibu rumah tangga masih sangat kecil jumlahnya, baru sekitar 100 investor dari 7000 investor di BEI,” kata Kresna.

Ditambahkan, BEI memberikan bekal kepada para ibu rumah tangga yang telah mengikuti pelatihan tersebut dengan harapan dapat menjadi referensi bagi mereka dalam mengatur keuangan keluarga dan juga menjadi investor di pasar modal. (Zulkifli)

Dibaca 50 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX