Korban Luka Kerusuhan Wamena Alami Trauma | Pasific Pos.com

| 6 December, 2019 |

Gubernur Papua, Lukas Enembe saat menjenguk korban kerusuhan wamena. Gubernur Papua, Lukas Enembe saat menjenguk korban kerusuhan wamena.

Korban Luka Kerusuhan Wamena Alami Trauma

Lintas Daerah Penulis  Kamis, 03 Oktober 2019 20:52 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA - Dari 77 korban luka kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, sebanyak 20 orang saat ini masih menjalani perawatan intensif berbagai rumah sakit di Kota dan Kabupaten Jayapura.

Sekertaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dr.Silwanus Sumule SpOG menyebutkan, korban yang dirawat kebanyakan mengalami trauma kepala yang membutuhkan perawatan intensif, "

pasien (kerusuhan wamena) yang dirujuk ke Jayapura bisa ditangani dengan baik. Terbanyak dirawat di RSUD Dok 2 Jayapura, sebagian besar kasus trauma kepala," ungkap Silwanus saat memberikan paparan soal tanggap darurat pasca kerusuhan Wamena di hadapan Sekda Papua di RSUD Dok II Jayapura, Kamis (3/10).

Di RSUD Wamena, dari 50 pasien yang dirawat, sebagian sudah pulang ke rumahnya dan hanya menjalani rawat jalan.

Silwanus mengungkapkan, untuk penanganan medis korban kerusuhan Wamena, pihaknya mendapat dukungan dari RS Terapung di KRI Sularso.

"Jadi ada beberapa teman dr RS Sularso membantu kita. sementara di Wamena ada 8 ambulans dan di Jayapura ada 16 ambulans yang siap hilir mudik untuk mengevakuasi korban," terang Silwanus

Sementara itu, terkait jumlah pengungsi di Wamena, per 2 Oktober sebanyak 6.112 pengungsi. Sedangkan pengungsi yang tersebar di enam titik pengungsian di kabupaten Jayapura sebanyak 732 orang.

Seperti diketahui, demo pelajar berujung anarkis, Senin (23/9) lalu telah membuat kota Wamena mencekam. Fasilitas pemerintahan, fasilitas ekonomi dan rumah warga dibakar oleh massa pendemo.

Akibat kerusuhan ini sebanyak 32 warga meninggal dunia, dan puluhan lainnya luka luka. Sebagian besar korban meninggal akibat terjebak dalam bangunan yang dibakar oleh massa.

Dibaca 104 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.