Dinkes Usulkan Perubahan Tiga Nama RS di Papua | Pasific Pos.com

| 20 October, 2019 |

drg. Aloysius Giyai, M.Kes drg. Aloysius Giyai, M.Kes

Dinkes Usulkan Perubahan Tiga Nama RS di Papua

Info Papua Penulis  Kamis, 03 Oktober 2019 20:33 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Dinas Kesehatan Provinsi Papua mengusulkan pergantian nama tiga rumah sakit di Papua, ketiga rumah sakit tersebut adalah RSUD Jayapura dirubah menjadi RSUD MT UI, Rumah Abepura menjadi Rumah Sakit Dokter Yusak Yusai dan rumah sakit di Karubaga, Kabupaten Tolikara menjadi Rumah Sakit Dokter Soeko Marsetiyo.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua drg. Aloysius Giyai, M.Kes kepada pers di RSUD Jayapura, Kamis (3/10) mengatakan, pengusulan perubahan nama tiga nama tersebut akan diusulkan ke Gubernur Papua untuk ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda).

“Ini sudah dalam syarat akresditasi sebuah rumah sakit harus diberi nama maka dalam penyusunan masterpland ini saya baru rumuskan visi, misi, motto, organisasi baru dan semboyan baru,” Katanya.

Ia menjelaskan pemberian nama RSUD Jayapura menjadi RSUD MT UI, Ui merupakan seorang Dokter setelah Dokter Yakop Defrit seorang dokter belanda ahli bedah tulang yang pertama mendirikan rumah sakit ini untuk itu nama tersebut akan di usulkan menjadi nama RSUD Jayapura.

“Untuk Rumah abepura kami akan usulkan menjadi rumah sakit Dokter Yusak Yusai,” tandasnya.

Dokter Yusak Yusai merupakan ahli anak dan merupakan dokter pertama Papua yang meraih gelar spesialis anak, sementara rumah sakit di Karubaba akan diberi nama Rumah Sakit Dokter Soeko Marsetiyo.

“Pemberian nama ini sebagai penghargaan atas jasa seorang dokter dari Yogjakart yang merupakan keturunan kraton Yogjayakarta memberanikan diri bertugas di Tolikara, namun dalam kerusahan di Jayawijaya menjadi korban,” Jelasnya.

Penggunaan nama Dokter Soeko Marsetiyo di Kabupaten Tolika merupakan suatu penghargaan, karena sudah mengabdi di Papua.

Menurutnya perubahan nama tiga rumah sakit tersebut satu paket dengan pemberian nama, visi misi, motto, nilai dan masterpland yang baru.

“Master pland tidak hanya dilihat semta-mata visi, tetapi sudah dihitung dengan pengembangan SDM, profesi, alat kedokteran yang kurang dan yang canggih,” Ucapnya.

Dibaca 64 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX