Kunker ke Luar Negeri, DPR Papua Promosikan Sejumlah Produk Papua | Pasific Pos.com

| 10 December, 2019 |

Kunker ke Luar Negeri, DPR Papua Promosikan Sejumlah Produk Papua

Info Papua Penulis  Senin, 30 September 2019 23:44 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

Jayapura, - Belum lama ini, DPR Papua bersama Pemprov Papua telah melakukan kunjungan kerja ke luar negeri atas undangan Konsulat Jenderal RI di San Fransisco, Kalifornia, Amerika Serikat, pada 14 - 18 September 2019, lalu.

Kunjungan tersebut dalam rangka promosi daerah itu dalam rangka peringatan ke 70 tahun Hubungan Bilateral Indonesia - Amerika Serikat yang digelar melalui berbagai event, diantaranya pameran potensi daerah dan pentas budaya khas Indonesia.

Dalam kunjungan ini, delegasi Papua dipimpin langsung Wakil Ketua I DPR Papua, Edoardus Kaize, SS didampingi Ketua Komisi II DPR Papua, Herlin Beatrix Monim, SE, Anggota Komisi II DPR Papua, Sekretaris Komisi I DPR Papua, Mathea Mamoyau, S.Sos,
Jus Jefry Kaunang, SE yang juga Ketua Fraksi Demokrat DPR Papua, dan Anggota Komisi II DPR Papua Kope Wenda.

Dalam kunjungan itu turut serta, Sekretaris DPR Papua, DR Juliana J Waromi, SE, MSi, didampingi Kepala Biro Perekonomian Setda Papua, Dra Rika Monim, MM, Kasie Permodalan KSP Dinas Koperasi Papua, Mahadma Gandhi Waromi dan staf serta staf ahli DPR Papua, Yohanes Fajar Kambon, Sjultje Leine Singal dan Marthen L Yewen.

Sekretaris DPR Papua, DR Juliana J Waromi, SE, MSi mengatakan, kunjungan delegasi Papua ini menampilkan beberapa potensi hayati, maupun hasil kesenian dan budaya dihadapan khalayak internasional di San Fransisco.

“Hal ini tentu menjadi nilai tambah, mengingat kehadirannya tidak saja menjadi satu-satunya peserta yang mewakili Provinsi Papua dan Papua Barat, tetapi kekikutsertaannya dalam ekshibisi tersebut untuk mengenalkan dan mempromosikan hasil kreasi seni serta potensi alam di wilayahnya telah
turut menggugah ketertarikan publik San Fransisco terhadap Papua,” kata Sekwan Juliana Waromi kepada Wartawan di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Dijelaskannya, tujuan dari kunjungan kerja ini, menghadiri undangan event “Indonesian Day” oleh Konsulat Jenderal (Konjen) RI di San Fransisco untuk ikut serta dalam mempromosikan hasil seni dan kerajinan serta potensi wisata dan keanekaragaman hayati khas Papua dalam kegiatan Pameran (Exhibition) Seni dan Budaya yang diinisiasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di San Fransisco, Amerika Serikat.

Selain itu, juga melakukan pertemuan dan dialog serta membangun komitmen dan kesepahaman dengan Konsulat Jenderal (Konjen) RI di San Fransisco untuk secara bersama mendampingi serta membimbing para generasi muda Papua yang sedang menempuh pendidikan di Negara bagian California, Amerika Serikat.

“Kami melakukan kunjungan dan pertemuan dengan mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di Negara Bagian California, Amerika Serikat,” jelasnya.

Di San Fransisco, delegasi DPR Papua melakukan pertemuan dengan mahasiswa Papua yang menempuh studi pendidikan tinggi di negara bagian California serta Kepala Konsulat Jenderal Republik Indonesia di San Fransisco, Amerika Serikat, 14 September 2019,

Selain itu, juga melakukan kegiatan “Indonesian Day” di Cowell Theater, San Fransisco, Amerika Serikat, 15 September 2019, berupa pameran hasil kerajinan, seni dan budaya, juga diselingi dengan acara talkshow tentang arah perkembangan industry start up di Indonesia.

Sekwan Juliana Waromi menyatakan, selain delegasi dari DPR Papua, peserta ekshibisi lain yang turut hadir adalah dari Pemerintah Sulawesi Tenggara.

“Jadi rangkaian dari kegiatan puncak di hari tersebut adalah pagelaran seni dan budaya. Dalam gelaran seni ini turut pula menghadirkan beberapa ragam kesenian tradisional, berupa music dan tari yang berasal dari Indonesia. Beberapa yang turut tampil antara lain adalah dari kesenian suling dan tari dari Jawa Barat, kesenian tari dari Sulawesi Tenggara, gamelan dan seni tari dari Bali, serta tarian Yospan dari Papua,” ungkap Sekwan Juliana Waromi.

Apalagi dalam pameran itu, lanjut Sekwan Juliana Waromi, delegasi DPR Papua menampilkan beberapa produk unggulan Papua, seperti batik Port Numbay, noken, buah merah dan produknya, kopi Ambaidiru, Kepulauan Yapen, kopi Arabica dari Wamena dan pariwisata Papua yang bisa dipromosikan.

“Memang produk unggulan Papua ini, menarik banyak pengunjung dan banyak permintaan, namun kami tidak jual di pameran, tetapi kami fokus promosikan. Artinya, kita perkenalkan berbagai produk unggulan Papua,” terangnya.

Dalam pameran ini, kata Sekwan Julia Waromi, DPR Papua juga melibatkan para mahasiswa Papua yang tengah menempuh pendidikan tinggi di California yang menawarkan berbagai produk unggulan Papua itu di khalayak warga San Fransisco, California, Amerika Serikat.

“Batik tulis Papua karya Jimmy Affar, sempat kami bawa dan ternyata sangat dikagumi, bahkan habis terjual,” ucapnya.

Diakui, jika hasil dari pameran itu ada yang berminat untuk datang melihat secara langsung ke Papua agar ada kerjasama.

“Intinya, memang kami DPR Papua ingin tarik investor masuk ke Papua. Apalagi, selama ini masyarakat petani kopi misalnya sudah punya lahan, tapi penjualan produknya terbatas,” tuturnya.

Namun, dengan adanya promosi di luar negeri ini, Juliana Waromi berharap ada investor yang berani melakukan investasi, misalnya untuk kopi Papua yang memiliki kualitas tak diragukan lagi. Karena, ada yang tertarik produk biji kopi yang masih hijau.

“Jadi investasi ini sangat penting. Bagaimana kami bisa menarik investor masuk ke Papua dengan membangun industri, sehingga memberikan multiflyer effect misalnya penyerapan tenaga kerja atau mengurangi pengangguran dan menggairahkan petani dan mendorong perekonomian rakyat, karena ada kontinuitas produk yang diminta investor, hingga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” paparnya.

Bahkan kata Julia Waromi, produk Papua ini sangat menarik investor. Apalagi ia pernah mempromosikan di Belanda dan ternyata habis semua seperti buah merah bersama produk-produknya.

"Memang untuk menarik investor ini, butuh jaminan keamanan dan kemudahan dalam berinvestasi dalam perizinan," ujar Juliana Waromi.

Sekwan Julia Waromi menambahkan, mestinya pemda harus menarik investor masuk agar muncul industri-industri untuk menggerakan perekonomian rakyat termasuk sektor pariwisata. (TIARA)

Dibaca 147 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.