Target Retribusi dari Penerbitan IMB Tahun 2019 Tidak Tercapai | Pasific Pos.com

| 20 October, 2019 |

Target Retribusi dari Penerbitan IMB Tahun 2019 Tidak Tercapai

Papua Barat Penulis  Senin, 30 September 2019 14:16 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kabupaten Manokwari diberikan target perolehan retribusi sebesar Rp 1,803 miliar lebih di tahun 2019. Target itu rasanya akan sulit tercapai karena hingga akhir September 2019 baru mencapai Rp 612,3 juta.

Kepala DPM PTSP Kabupaten Manokwari, Ferry Lukas, mengatakan untuk tahun 2019 sampai dengan bulan September pihaknya telah mengeluarkan IMB sebanyak 425 izin dengan perolehan retribusi sebesar Rp 612,3 juta dari target yang diberikan sebesar Rp 1,803 miliar.

“Saya lihat ini sepertinya kita tidak bisa mencapai target. Sebab, untuk pengurusan IMB hanya sekali dalam pengurusan. Jadi kalau soal bertambah itu kecil,” kata Ferry Lukas kepada para wartawan di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Dia menyebut, kebanyakan pengurus IMB adalah developer-developer untuk pembangunan perumahan. Namun, itu pun sekali urus. “Itu yang paling banyak. Sedangkan berikut adalah ruko-ruko, rumah pribadi. Pengurusan IMB untuk gudang-gudang juga termasuk banyak. Tapi untuk rumah pribadi pun jarang mengurus IMB,” sebutnya.

Jika dibandingkan dengan tahun 2018, kata Ferry Lukas, cukup berbeda, karena target penerimaan retribusi penerbitan IMB yang diberikan Pemkab Manokwari sebesar Rp 1,5 miliar, tercapai Rp 1,8 miliar dengan IMB yang diterbitkan sebanyak 954 izin.

“Untuk tahun ini sampai dengan September baru 425 IMB yang dikeluarkan. Dari capaian saat ini, diperkirakan target yang diberikan Pemkab Manokwari tahun ini tidak akan tercapai. Apalagi, sekarang sudah bulan September dan tinggal tiga bulan saja sudah berakhir tahun 2019,” katanya.

Meskipun diberikan target, Ferry Lukas menegaskan pihaknya tidak fokus mengejar sisa target yang belum terealisasi. Sebab, sesuai Permendagri Nomor 138 Tahun 2017, DPM PTSP tidak diberikan target pendapatan. Sebab, DPM PTSP fokus pada pelayanan.

Dia menyampaikan bahwa besaran retribusi IMB yang dibayarkan ke DPM PTSP setiap IMB berbeda karena bergantung pada luas bangunan, tinggi bangunan, dan fasilitas-fasilitasnya.

Untuk menentukan besaran biaya yang harus dibayar pengurus IMB, ada rumus untuk menghitungnya. “Jadi tidak sama semua, bervariasi. Penghitungan IMB ada rumus tersendiri,” imbuhnya.

Namun, dia menilai  rumus yang dipakai saat ini untuk menghitung biaya penerbitan IMB dinilainya masih kecil. Karena itu, pihaknya berencana untuk mengubahnya pada tahun depan. “Tapi kami harap juga tidak membebani masyarakat karena pengurusan IMB ini juga masyarakat mengatakan masih terlalu mahal. Jadi kami usahakan jangan membebani masyarakat. Yang penting mereka mau mengurus izin, itu saja. Retribusi yang diterima dari penerbitan IMB semuanya juga disetor ke Bapenda,” tukasnya. (BNB-R3) 

Dibaca 81 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX