Aplikasi Mobile JKN Tambah Fitur Layanan | Pasific Pos.com

| 13 December, 2019 |

Wartawan saat mengikuti gathering dengan BPJS Kesehatan (foto:iis) Wartawan saat mengikuti gathering dengan BPJS Kesehatan (foto:iis)

Aplikasi Mobile JKN Tambah Fitur Layanan

Papua Selatan Penulis  Senin, 30 September 2019 14:11 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Aplikasi Mobile JKN merupakan transformasi digital model bisnis yang memudahkan peserta JKN KIS mengakses layanan administrasi dan informasi di mana saja, kapanpun tanpa batas waktu. Seiring perkembangan kebutuhan peserta akan penggunaan Mobile JKN maka layanan pada fitur aplikasi ini mengalami penambahan. Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Merauke, Yulisna C.Sahetapi kepada wartawan di Rumah Kopi D’Waroeng belum lama ini mengemukakan ada empat penambahan fitur, antara lain terkait dengan riwayat PRB/Prolanis, status non aktif pada E-ID, surat rujukan serta perubahan Faskes kolektif.

Sebelumnya, Mobile JKN memang belum mengakomodir keempat layanan tersebut namun saat ini pada pencarian peserta terdapat info peserta yang memiliki riwayat PRB/Prolanis dan untuk peserta yang berstatus non aktif maka pada kartu KIS digital akan muncul keterangan status peserta. Sedangkan untuk perubahan Faskes dapat dilakukan secara kolektif (satu keluarga) dan untuk surat rujukan terdapat fitur untuk melakukan pengecekan surat rujukan. Surat rujukan akan muncul apabila peserta sedang dirujuk atau pernah dirujuk sebelumnya.

Selain fitur-fitur tersebut, dalam aplikasi Mobile JKN juga terdapat fitur untuk pemberian informasi dan penanganan pengaduan sehingga ketika peserta menghadapi kendala, baik di Faskes maupun rumah sakit maka dapat menyampaikan keluhan lewat aplikasi ini. “Jadi melalui aplikasi Mobile JKN tersebut akan terbaca juga di aplikasi portal kami untuk penanganan keluhan sehingga bisa kami tindak lanjuti. Namun upaya konfirmasi akan tetap dilakukan ketika keluhan tersebut sudah masuk ke aplikasi kami,”jelas Yulisna. Ia juga menyampaikan tentang fitur yang terkait pendaftaran auto debit khusus untuk peserta mandiri atau PBPU di Bank Mandiri.

Sementara itu Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Merauke, Itar Prihartono mengemukakan bahwa untuk di era sekarang atau di zaman yang serba digital maka Mobile JKN sudah menjadi trend. Aplikasi ini diterapkan oleh BPJS Kesehatan untuk membantu masyarakat sehingga tidak harus mendatangi Kantor BPJS Kesehatan, baik untuk mengurus pencetakan kartu, ubah pindah Faskes dan lain sebagainya. Sebab semua itu dapat dilakukan oleh peserta sendiri tanpa harus lama mengantri.
“Oleh sebab itu peserta dapat menginstal aplikasi Mobile JKN sehingga segala urusan menjadi lebih simple. Apalagi kita tidak bisa luput dari yang namanya lupa, misalnya saja lupa membawa dompet padahal kartu ada di dompet. Nah, dengan adanya Mobile JKN maka kartu sudah dapat kita cetak sendiri,”jelasnya. Lebih lanjut ia mengungkapkan, ketika peserta mengalami sakit dan harus segera dirawat maka dapat menggunakan aplikasi tersebut untuk mencetak kartu dan diberikan kepada petugas. Jadi itu sudah dianggap sebagai kartu resmi yang dikeluarkan oleh BPJS Kesehatan. Oleh sebab itu ia mengharapkan kalangan media dapat membantu menshare fasilitas ini kepada masyarakat sehingga mereka juga dapat mengetahui dan tidak perlu repot lagi harus bolak balik ke Kantor BPJS Kesehatan.

Pasalnya, jika harus sering ke Kantor BPJS Kesehatan tentu membutuhkan banyak waktu, kendaraan dan ongkos transport yang tidak sedikit. Selain itu ia juga mengungkapkan, iuran BPJS Kesehatan memang akan mengalami kenaikan. Dalam hal ini terkait dengan semua perubahan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah, BPJS Kesehatan siap melaksanakan, baik iuran turun maupun iuran naik. Sebab BPJS Kesehatan berjalan tetap sesuai dengan aturan yang dimaklumatkan oleh pemerintah. “Jadi wacana tentang kenaikan iuran itu benar adanya dan akan disahkan oleh presiden pada tahun 2020 mendatang. Meskipun isu tentang besarnya kenaikan sudah santer terdengar namun untuk lebih jelas tentang jumlah kenaikan akan diketahui setelah presiden resmi tanda tangan,”pungkasnya.

Dibaca 69 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.