Pemprov Kirim 26 Anak Asli Papua Kuliah di Rusia | Pasific Pos.com

| 8 December, 2019 |

Gubernur Papua, Lukas Enembe Gubernur Papua, Lukas Enembe

Pemprov Kirim 26 Anak Asli Papua Kuliah di Rusia

Headline Penulis  Jumat, 27 September 2019 17:05 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua bekerja sama dengan Papua Language Institute (PLI) mengirim 26 anak untuk kuliah di Rusia. Siswa yang terpilih berdasarkan hasil seleksi itu akan dikuliahkan dengan biaya dari Pemprov Papua dan Republik Federal Rusia.

Gubernur Papua Lukas Enembe dalam sambutannya ketika melepas 26 anak Papua ke Rusia, mengatakan bahwa sangat memberikan perhatian untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) sejak menjadi Gubernur tahun 2013 lalu.

Dimana, Pemerintah Provinsi Papua telah mengirim anak-anak asli Papua diberbagai perguruan tinggi baik dalam negeri maupun luar negeri. Dimana anak-anak Asli yang kuliah di berbagai kota studi di Indonesia dan dibiayai Pemerintah Provinsi Papua sebanyak 847 orang. Di luar negeri sebanyak 515 orang, tersebar di berbagai negara di Asia sebanyak 60 orang, di sejumlah negara Eropa 24 orang dan di Australia berjumlah 161 orang.

"Anak-anak Asli Papua yang kuliah di dalam negeri, Asia dan Eropa dan dibiayai Pemerintah Papua ini, mereka mengguluti berbagai jurusan ilmu pengetahuan medis dan ilmu antariksa," kata Gubernur Lukas Enembe, Jumat (27/9/2019).

Dikatakan, anak-anak Asli Papua yang bersekolah di Rusia sejak tahun 2016 lalu sebanyak 7 orang, dan Pemerintah Provinsi Papua melalui Biro Otonomi Khusus telah memantau perkembangan anak-anak Asli Papua ini, dan mereka cukup baik.

Oleh karena itu, hari ini kami kirim lagi 26 siswa/siswi Asli Papua yang terdiri dari Program S2 sebanyak 14 orang, Program S1 sebanyak 12 orang. "saya berharap Pemerintah Rusia terus mendidik anak-anak Papua menjadi ilmu-ilmuan hebat bagi kemajuan tanah Papua dan negara Kesatuan Republik Indonesia ini," harapnya.

Gubernur berpesan kepada anak-anak Asli Papua yang bakal kuliah di Rusia, agar belajar dengan baik. "kami kirim kalian (anak-anak Papua) ke rusia tugasnya hanya belajar belajar dan belajar, jangan bikin masalah, harus berprestasi dan unggul," tegasnya.

Menurut Gubernur, Perguruan Tinggi (Kampus) itu tempat kita mencari ilmu.
Oleh karena itu, kalian (anak anak Papua) yang kita kirim ke Rusia, jangan bikin masalah disana, itu negara orang, jangan bikin masalah nanti pemerintah yang pusing harus memulangkan kalian ke Papua.
Lanjutnya, Cintoh seperti kejadian di Surabaya, sampai saat ini kami tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, apakah tingkah laku, pola berpikir, cara berbicara atau apa, kami belum mengetahuinya.

"Saya berharap mahasiswa anak Papua dimana pun berada tugas kalian belajar, kalian harus menyesuaikan dengan situasi dimana saja tempat kalian mencari ilmu, dan tunjukan bahwa putra putri papua adalah kami yang berprestasi.
Jangan kalian pulang dengan kosong, kalian harus berfikir apa yang harus saya bawa pulang ke Papua saat saya meniba ilmu di dalam negeri maupun luar Negeri, tunjukan itu kepada orang tua kalian," tegasnya lagi.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur menyampaikan terima kasih kepada Kedutaan Rusia yang sudah mau membiayai anak anak Asli Papua untuk bersekolah di Rusia. "kami sampaikan banyak terima kasih kepada pemerintah Rusia yang mau membiayai anak-anak Papua," ucapnya.

Sementara, Ibu Dian yang mewakili Duta Besar Rusia mengaku, pemberian beasiswa bagi anak – anak Papya pertama kali pada tahun 2014 anak Papua yakni Egius Kogoya lulus Magister Olahraga (S2) dan John Gobay yang merupakan lulus Magister Fisika (S2).

“John Gobai merupakan satu-satunya anak Papua asal Indonesia, salah satu Magister Ekonomi dari Sekolah Tinggi Moskow, Agustinus Sroyer tahun ini telah pulang,”

Provinsi Papua merupakan provinsi pertama di Indonesia yang melakukan program ini, serta Egius Kogoya merupakan satu – satunya master olahraga di Indonesia lulusan dari Indonesia.

Dibaca 143 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.