Gubernur Sumbar Minta Sembilan Warganya Segera Dievakuasi | Pasific Pos.com

| 20 November, 2019 |

Gubernur Sumbar Minta Sembilan Warganya Segera Dievakuasi

Headline Penulis  Rabu, 25 September 2019 23:58 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA – Setidaknya ada sembilan warga asal Sumatera Barat yang tewas saat kerusuhan yang berbau anarkis di Kota Wamena ibukota Kabupaten Jayawijaya Papua hari Senin (23/9/2019).

Informasi yang diterima melalui Biro Humas Setda Provinsi Sumatera Barat (sumbar). Rabu (25/9/2019) mengatakan sehubungan dengan adanya insiden di Wamena Papua, Senin/ 23 September 2019, maka dengan ini Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menginformasikan hal-hal bahwa berdasarkan laporan dari warga Sumbar yang ada di Wamena, telah sembilan orang warga Sumbar yang tewas di Wamena. Diantaranya, Syafriyanto (36), istrinya Putri (30) dan anaknya Rizky (4), Jefry Antoni (23), Hendra (20), Ibnu (8), Iwan (24), Nofriyanti (40), Yoga Nurdi Yakop (28). Semua korban tercatat asal Pesisir Selatan dari kecamatan berbeda.

“Atas nama masyarakat dan pemerintah provinsi Sumatera Barat, Gubernur, Wakil Gubernur dan DPRD Sumbar, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tewasnya sembilan orang warga Provinsi Sumbar di Wamena. Kita doakan husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan kiranya bisa sabar dalam menghadapi keadaan ini,”terang Luhur Budianda selaku Kepala Biro Humas Setda Prov Sumbar dalam rilis tersebut.

Lanjutnya berdasarkan komunikasi sementara Pemprov Sumbar dengan warga Sumbar di Wamena, perempuan dan anak-anak telah diungsikan ke Jayapura, sementara laki-laki masih bertahan di Wamena. Kepada warga Sumbar yang masih bertahan di Wamena, diimbau agar berupaya dengan berbagai cara untuk menyelamatkan diri dan jangan terpancing dengan hal apapun yang dapat mengganggu keselamatan.

Pemprov Sumbar juga sudah menjalin komunikasi dengan Danrem 032 Wirabraja yang punya akses ke Korem 172/PWY (karena sebagian besar warga Sumbar mengungsi di Makodim).

“Jika ada kemungkinan untuk pemulangan jenazah ke kampung halaman masing-masing, Pemprov Sumbar yang akan berkoordinasi dengan Pemkab. Pessel akan membantu transportasi dari bandara BIM ke rumah duka masing-masing,”tukasnya.

Lanjutnya Pemprov Sumbar senantiasa akan selalu setiap saat berkomunikasi dengan pihak pihak terkait guna memantau perkembangan kondisi masyarakat sumbar di Wamena, sambil mengambil langkah langkah yang dianggap penting dan perlu untuk keselamatan warga Sumbar di Wamena.

“Apapun informasi terbaru tentang perkembangan di Wamena, Papua, terutama keadaan masyarakat Sumbar disana, akan segera disampaikan ke masyarakat Sumbar melalui berbagai saluran media,”terangnya.

Untuk itu Pemprov Sumbar mengimbau kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat dimanapun berada agar dapat menjaga kondisi untuk tetap kondusif dan tidak terpengaruh dengan hal-hal yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban, dengan mengedepankan semangat nasionalisme dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia.

“Kita akan sangat berterimakasih jika ada masyarakat Sumbar baik di ranah ataupun diperantauan atau siapapun juga yang dapat membantu meringankan duka masyarakat Sumatera Barat yang tertimpa musibah di Wamena dengan berbagai cara sesuai kebutuhan dunsanak kita saat ini, baik langsung ataupun tak langsung,”ucapnya.

Selain itu juga Pemprov Sumbar juga membuka hotline sambungan telepon dari siapa saja yang dapat memberikan laporan tentang kondisi terkini masyarakat sumbar di Wamena dengan kontak Luhur Budianda (Kepala Biro Humas Setda Prov Sumbar)

Sementara Itu Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menyikapi instruksi Gubernur Sumbar Irwan Prayitno setelah berkomunikasi langsung via telepon dengan perwakilan perantau Sumbar di Papua. Bahwa seluruh biaya peti mati korban tewas asal Sumbar di Wamena ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov Sumbar.

“Ambulance juga disiapkan di BIM untuk mengantarkan jenazah korban Wamena ke kampungnya masing – masing,”terang Wagub Nazrul.

Dibaca 90 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX