Penataan Kawasan Stadion Papua Bangkit Masih Terkendala | Pasific Pos.com

| 6 December, 2019 |

Cornelius Sagrim Cornelius Sagrim

Penataan Kawasan Stadion Papua Bangkit Masih Terkendala

Info Papua Penulis  Selasa, 24 September 2019 21:06 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan penataan kawasan di lingkungan Kompleks Olahraga Stadion Papua Bangkit, Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Penataan kawasan ini dilakukan demi Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020, sebagai penugasan dari Instruksi Presiden (Inpres) No 10 Tahun 2010 tentang Dukungan Penyelenggaraan PON XX dan PEPARNAS XVI Tahun 2020 di Provinsi Papua.

Hanya saja, penataan kawasan stadion yang akan menjadi tempat pembukaan dan penutupan PON XX itu masih terkendala, dimana masih ada rumah-rumah masyarakat setempat di lokasi tersebut.

Ya, tahun ini kami akan lakukan penatan kawasan di lokasi stadion, pekerjaan sudah masuk proses tender, kami harapkan pemerintah Provinsi segera menyelesaikan menyediakan tempat untuk masyarakat yang ada di kawasan stadion," ungkap Kepala Balai Prasarana Pemukinan Wilayah Papua, Dirjen Cipta Karya, Kementrian PUPR, Cornelius Sagrim, kepada wartawan di Jayapura belum lama ini.

Ia mengatakan, secara hukum lahan di lokasi stadion sudah milik pemerintah provinsi Papua, tapi masyarakat setempat masih tinggal di dalam lokasi tersebut. Maka, mereka harus dievakuasi di tempat lain. "pindahkan masyarakat ini menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi Papua dan Bupati Jayapura, bukan lagi Kementerian PUPR,"ujarnya.

Cornelius menjelaskan, ketika dilakukan pembangunan venue Aquatik di Kampung Harapan maupun venue Kriket dan Hoky di Doyo, Kabupaten Jayapura, pihaknya harus menyelesaikan masalah lahan sendiri, bahkan mengeluarkan anggaran kurang lebih Rp 250 juta. Padahal, hal ini bukan lagi menjadi urusannya.

"waktu pembangunan venue Aquatik ternyata ada kuburan (makam-red) dan harus dipindahkan, dan kita mengeluarkan anggaran sebesar Rp 200 juta. Hal yang sama juga di Doyo, warga yang punya rumah di dalam lokasi venue, harus kita bayar Rp 50 juta untuk mereka pindah ke lokasi lain," katanya.

Cornelius menambahkan, jika pekerjaan sudah kontrak, pihaknya tidak ingin berurusan dengan masalah-masalah lahan lagi. "pada intinya jika pekerjaan sudah kontrak, kita tidak ada urusan lagi dengan hal-hal itu, kita harapkan pemerintah Papua bisa segera bereskan semua masalah lahan yang masuk dalam penataan kawasan stadion Papua Bangkit," pungkasnya.

 

Dibaca 65 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik