Mahasiswa yang Ditahan di Mako Brimob Papua Dipulangkan | Pasific Pos.com

| 8 December, 2019 |

Mahasiswa yang Ditahan di Mako Brimob Papua Dipulangkan

Kriminal Penulis  Selasa, 24 September 2019 21:02 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Sebanyak 726 orang pendemo yang diamankan di Mako Brimob Polda Papua, pasca aksi demo yang berakhir anarkis di kawasan Waena, Senin kemarin, sudah dipulangkan setelah jalani pemeriksaan.

Gubernur Papua, Lukas Enembe usai mengunjungi mahasiswa Papua di Mako Brimob kepada wartawan mengatakan bahwa jumlah mahasiswa yang ditahan sebanyak 733 orang.

Namun, ada 7 orang yang masih ditahan untuk pendalaman pemeriksaan terkait dengan kejadian kemarin, karena ada satu anggota TNI yang meninggal dan beberapa anggota dan masyarakat yang terluka.

"masih ada 7 orang mahasiswa yang ditahan untuk pemeriksaan, kalau mereka tidak terbukti akan dibebaskan," kata Gubernur Lukas Enembe didampingi Kapolda Papua
Irjen Pol Rudolf Rodja dan Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab, di Jayapura, Selasa (24/9/2019).

Gubernur mengaku, sudah mengundang mahasiswa yang eksodus dari pulau Jawa ke Papua, tetapi mereka tidak datang. Bahkan dari informasi mahasiswa kita ini masih tunggu teman-teman yang sisa di pulau Jawa.

"Ini mereka pulang semua baru ada kegiatan apa kita belum tau, karena mereka belum informasi kepada kita
, Harapan kita dengan kehadiran mereka, jangan membuat tindakan yang menyangkut kriminal, itu yang kita minta jangan lagi ada kriminal di Papua karena sudah banyak korban di Wamena, di Jayapura sendiri pun juga ada korban," tegasnya.

Gubernur dengan tegas minta kepada mahasiswa untuk kembali ke kota-kota studinya, dan tidak melakukan tindakan yang merugikan banyak orang di wilayah Papua. "saya minta mahasiswa yang ada hari ini harus kembali ke tempat studi mereka, kami siapkan transportasinya," ujarnya.

Masih menurut Gubernur, pemerintah akan hentikan pemberian beasiswa bagi mahasiswa eksodus ika tidak mau kembali.

Dia menjelaskan pihaknya mengimbau siapapun tidak boleh datang Papua menggangu ketertiban umum, apalagi datang kembali dari kota studi masing-masing di seluruh Indonesia hanya untuk melakukan tindakan anarkis.

"Tidak boleh lagi anarkis di Provinsi Papua, jadi para mahasiswa ini harus siap dikembalikan," katanya.

Dia menambahkan pihaknya mengharapkan tidak boleh ada isu lagi karena bisa mempengaruhi sehingga diharapkan tidak ada lagi tindakan anarkis.

"Karena pada akhirnya akan merugikan diri sendiri di mana tidak boleh merugikan pribadi dan juga orang Papua sendiri dengan cara-cara seperti ini tak boleh," tuturnya.

Dibaca 123 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.