Kota Wamena Mencekam, Massa Pendemo Membakar Kantor Bupati Jayawijaya | Pasific Pos.com

| 21 November, 2019 |

Kota Wamena Mencekam, Massa Pendemo Membakar Kantor Bupati Jayawijaya

Headline Penulis  Senin, 23 September 2019 20:41 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

16 orang meninggal dunia, 64 orang luka-luka

 

Jayapura, - Akibat aksi demo anarkis yang dilakukan pelajar di kota Wamena kabupaten Jayawijaya sebanyak 16 orang meninggal dunia dan 64 orang luka-luka. Semua korban masih dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena. Hal ini dikatakan Komandan Kodim (Dandim) 1702/Wamena Letkol. Inf. Chandra Dianto saat dihubungi melalui telphon selullernya Senin (23/9).

Chandra menerangkan pula saat ini kondisi kota Wamena gelap gulita akibat dibakarnya kantor PLN cabang Wamena. "Wamena malam ini gelap. Padahal di Kodim ini ribuan masyarakat yang datang mengungsi, " ujar Dandim.


Dandim Letkol. Inf Chandra Dianto menerangkan bahwa hingga malam hari pihaknya masih saja melakukan evakuasi masyarakat pendatang ke Kodim dan Polres Jayawijaya.

Dijelaskannya pula, aksi demo anarkis ini dilakukan oleh para pelajar yang terprovokasi oleh pernyataan oknum guru yang dinilai rasis. "Namun berdasarkan laporan anggota yang bertemu dengan kepala sekolah, bahwa guru tersebut tidak mengatakan itu. Tidak ada rasis. Dan dalam waktu dekat, mungkin besok saya akan menemui guru tersebut dan kepala sekolahnya, " ujar Dandim.


Sementara itu di Jayapura, Komandan Korem (Danrem) 172/PWY, Kol. Inf. Binsar P. Sianipar Kepada Wartawan mengatakan ada oknum warga yang ikut menyamar menjadi pelajar saat demo berujung anarkhis di Wamena.

"Memang kami melihat dari laporan rekan-rekan di lapangan bahwa ada juga orang-orang yang menyamar jadi pelajar SMA," ujarnya.

Lebih lanjut Dijelaskannya bahwa aparat kepolisian dan Kodim di Wamena sudah mengidentifikasikan oknum warga yang diduga menyamar sebagai pelajar.


"Kita bisa identifikasikan, dari rekan-rekan kepolisian dan kodim disana bahwa ada beberapa orang yang bukan pelajar SMA dan menjadi penggerak aksi demo. Mereka inilah yang menyamar dan memprovokasi pelajar SMP dan SMA melakukan aksi anarkhis," ujarnya.

Diketahui demo anarkis ini dilakukan oleh pelajar SMA dari beberapa sekolah. Para pendemo membakar ruko ruko di pasar Sinagma, membakar ruko di pasar Putikele, membakar kantor PLN Dan juga Kantor Bupati.

Dibaca 201 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX